Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

UIM-Bawaslu Sulsel Jalin Kerja Sama

Kesepakatan tertuang dalam penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU), dilakukan di Kantor Bawaslu Sulsel, Jl AP Pettarani, Kamis (13/4/2023).

Penulis: Erlan Saputra | Editor: Abdul Azis Alimuddin
DOK PRIBADI
Rektor UIM Andi Majdah M Zain foto bersama Ketua Bawaslu Sulsel Laode Arumahi di Kantor Bawaslu Sulsel, Jl AP Pettarani, Kamis (13/4/2023). Foto bersama seusai penandatanganan kerja sama. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Universitas Islam Makassar (UIM) dan Bawaslu Sulsel di bulan ramadan 1444 H sepakat jalin kerja sama.

Kesepakatan tertuang dalam penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU), dilakukan di Kantor Bawaslu Sulsel, Jl AP Pettarani, Kamis (13/4/2023).

Kerja sama ini sebagai bentuk komitmen untuk peningkatan sumber daya manusia melalui kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi, melibatkan kedua lembaga khususnya kampus UIM.

Penandatanganan kerja sama dalam rapat koordinasi penyelenggaraan penanganan pelanggaran pemilu dan buka puasa bersama.

Rektor UIM Andi Majdah M Zain hadir. Ia didampingi oleh Wachyudi Muchsin, Kabag Humas dan Kerjasama UIM. Hadir juga Ketua Bawaslu Sulsel Laode Arumahi didampingi anggota Bawaslu Sulsel.

Ketua Bawaslu Sulsel Laode Arumahi mengatakan kerja sama selalu didasari karena ada kepentingan bersama.

“Yang paling berkepentingan itu adalah Bawaslu dengan segala keterbatasan. Maka dari itu kita mengajak untuk menjalin kerjasama dan berkolaborasi,” katanya.

“Karena memang di setiap lembaga itu saling membutuhkan satu sama lain, dengan kepentingan bersama yang harus kita sukseskan,” katanya.

Ia menambahkan, Bawaslu Sulsel tentu butuh jejaring kuat melakukan sosialisasi terutama tentang isu-isu demokrasi dan bagaimana cara menyelenggarakan proses demokrasi yang baik.

KPU dan Bawaslu tidak bisa menyelenggarakan proses Pemilu dengan sendirinya.

“Harus ada kerjasama dengan berbagai pihak dan instansi maupun masyarakat khususnya kampus,” ujarnya via rilis.

Menurutnya, kampus universitas islam makassar salah satu stakeholder yang dinamis, civitas akademika mulai dosen dan mahasiswa serta kesemuanya memiliki hak dan kewajiban dalam pelaksanaan Pemilu apalagi dipimpin rektor perempuan yang visioner.

Ia menekankan terkait pencegahan politik uang perlu di massifkan, “Banyak isu-isu yang menjadi kewajiban kami untuk disosialisasikan ke kampus.

“Melalui kesempatan ini, semakin luas kesempatan Bawaslu dalam memasifkan upaya-upaya pencegahan terhadap larangan-larangan di setiap tahapan Pemilu maupun pemilihan yang dilaksanakan,” katanya.

Sementara Majdah menyambut baik kerja sama itu dan siap kapan saja jika dibutuhkan untuk melibatkan dosen terbaik kampus yang dipimpin bersama bawaslu sulsel menciptakan pemilu yang berkualitas untuk menghasilkan pemimpin yang pro ke rakyat,” katanya.(*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved