Tips Keuangan
Tips Atur Keuangan Selama Ramadan Agar Tak Boros Ala Financial Planner Wawan Darmawan
Mengelompokkan dua jenis pengeluaran yaitu pengeluaran harian saat Ramadan dan pengeluaran untuk Idulfitri.
Penulis: Rudi Salam | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Tribuners! Harga barang dan jasa di bulan Ramadan biasanya mengalami kenaikan.
Kondisi ini pun membuat masyarakat harus mengeluarkan uang lebih untuk memenuhi berbagai kebutuhan.
Financial Planner asal Makassar, Wawan Darmawan mengatakan, kebiasaan masyarakat di bulan puasa harus dikendalikan.
Ia mencontohkan, ketika saat Adzan Maghrib berkumandang bukan ajang balas dendam berbuka puasa.
“Sehingga ada pepatah hanya lapar mata. Berbuka puasa juga tidak harus di luar rumah,” kata Wawan, kepada Tribun-Timur.com, Rabu (22/3/2023).
Wawan pun memberikan beberapa tips mengatur keuangan di bulan Ramadhan agar tidak boros dengan pendekatan metode Akuntansi.
Pertama, mencatat setiap pengeluaran harian sekecil apapun jumlahnya.
Kedua, mengelompokkan dua jenis pengeluaran yaitu pengeluaran harian saat Ramadan dan pengeluaran untuk Idulfitri.
“Ini dengan menggolongkan ke kategori kebutuhan dan kategori keinginan, dengan menggunakan skala prioritas,” jelasnya.
Ketiga, mengklasifikasikan utang dan cicilan yang akan di bayar pada bulan Ramadan.
Keempat, jangan mengeluarkan yang tidak ada dengan mengorbankan post keuangan yang lain.
“Misalnya dana jaga-jaga digunakan untuk membeli baju lebaran,” sebutnya.
Kelima, hindari Latte Factor dengan cara membuat atau memasak sendiri menu buka puasa dan menu sahur.
Keenam, memangkas anggaran baju lebaran dengan meLakukan inovasi mix and match pakaian lama yang ada di lemari.(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.