Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Peluncuran Buku

Lewat Buku Menjaga Warisan Peradaban Dunia, Irfan AB Serukan Perlindungan Karst Maros-Pangkep

Di Karst Maros-Pangkep juga ditemukan DNA tertua di Indonesia dan lukisan batu cadar yang berusia minimal 45 ribu tahun.

Tayang:
Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Hasriyani Latif
dok pribadi
Irfan AB saat melaunching buku berjudul 'Menjaga Warisan Peradaban Dunia, Inisiatif Perda Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Esensial Karst Maros-Pangkep' di Jakarta, Sabtu (18/3/2023). Menurut Irfan AB, isu perlindungan Karst Maros-Pangkep harus terus diwacanakan. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR  - Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Irfan AB, meluncurkan buku terbarunya yang berjudul "Menjaga Warisan Peradaban Dunia, Inisiatif Perda Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Esensial Karst Maros-Pangkep" di Perpustakaan Nasional, Jakarta pada Sabtu (18/3/2023).

Irfan AB mengatakan bahwa menulis buku ini adalah langkah berani baginya karena isu perlindungan Karst Maros-Pangkep harus terus diwacanakan.

Meskipun ia menyadari bahwa pasti akan banyak kritik dan pertanyaan, bagi Irfan persoalan ini harus diperjuangkan.

Menjaga warisan budaya Karst Maros-Pangkep menjadi perhatian Irfan AB, karena kawasan ini menyimpan sejarah masa lalu peradaban manusia.

Karst Maros-Pangkep kaya akan flora dan fauna, dan Rammang-rammang sering dikunjungi oleh wisatawan untuk menikmati keindahan satwa liar.

Selain itu, di Karst Maros-Pangkep juga ditemukan DNA tertua di Indonesia dan lukisan batu cadar yang berusia minimal 45 ribu tahun.

Irfan AB sebagai putra Maros merasa tertantang untuk menjaga warisan sejarah ini agar bisa dinikmati lintas generasi.

Baca juga: Buku Karst Maros Pangkep Jadi Referensi Nasional, Bupati Maros dan Deputi ANRI Puji karya Irfan AB

Baca juga: Irfan AB Persembahkan Buku Karst Maros Pangkep Etalase Dunia Kebanggaan Sulsel di HUT Maros

Ia ingin potensi Karst Maros-Pangkep tidak punah karena kepunahan akan menghapus sejarah 45 ribu tahun di wilayah tersebut.

"Saya sebagai putra Maros punya tanggung jawab moral bagaimana potensi itu tidak punah, karena kepunahan itu ada di depan mata. Secara ekonomi ini bahan baku marmer dan semen, kalau dieksploitasi maka sejarah 45 ribu tahun itu akan menjadi kenangan saja," lanjutnya.

Irfan AB mencontohkan pemerintah Republik Rakyat Tiongkok (RRT) yang telah berhasil menjaga wilayah karstnya.

Karst Tiongkok menjadi yang terluas di dunia sedangkan Karst Maros-Pangkep menjadi terluas kedua di dunia.

Ia menambahkan bahwa instrumen yang dapat menjaga keberlangsungan Karst Maros-Pangkep adalah Perda.(*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved