Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Akademisi Unhas Adakan Penelitian Pengembangan Wisata di Kahayya Bulukumba

Kali ini, Tim Peneliti turun kembali melakukan pengumpulan data pada tanggal 3 sampai 5 Maret 2023 yang melibatkan pemerintah setempat, tokoh

Editor: Ari Maryadi
Unhas
Tim Peneliti Unhas turun kembali melakukan pengumpulan data pada tanggal 3 sampai 5 Maret 2023 yang melibatkan pemerintah setempat, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda. 

TRIBUN-TIMUR.COM, BULUKUMBA -- Rombongan peneliti dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LPPM) Universitas Hasanuddin (Unhas) mengadakan penelitian bertajuk pengembangan wisata dataran tinggi di Desa Kahayya, Kecamatan Kindang, Kabupaten Bulukumba.

Pengumpulan data dilakukan secara berkesinambungan.

Kali ini, Tim Peneliti turun kembali melakukan pengumpulan data pada tanggal 3 sampai 5 Maret 2023 yang melibatkan pemerintah setempat, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda.

Sebelumnya, tim peneliti dari LPPM Unhas skim Penelitian Fundamental Kolaboratif (PFK) ini telah melakukan pengumpulan data awal pada tanggal 11 - 13 Februari 2023.

Tim peneliti dari Universitas Terbaik di kawasan Indonesia Timur ini dipimpin oleh Dr. Muhammad Sabiq, M.Si selaku ketua.

Anggota tim ini terdiri dari Dr. Sakaria To Anwar, M.Si., Prof. Hasbi. M.Si., Ph.D., Dr. Sawedi Muhammad, M.Sc., Prof. Dr. Juanda Nawawi, M.Si., Dr. A. Ratna Sari Dewi, M.Si., Sopian Tamrin, S.Pd., M.Pd., Ahmad Muhajir, S.Sos., M.Si. dan Nurfadillah, S.Pd.

Namun yang turun kali ini dalam pengumpulan data antara lain, Dr. Sakaria To Anwar, M.Si, Ahmad Muhajir, S.Sos. M.Si serta staf pendukung, Arisnawawi, S.Sos., M.Si. dan Mohammad Aksyar, S.Sos., M.Si.

Ketua peneliti Dr Muhammad Sabiq berharap segala potensi wisata Desa Kahayya dapat digali dan ditemukenali dengan baik.

Selanjutnya akan dirumuskan model pengembangan wisata dataran tinggi yang sesuai dengan potensi dan kearifan lokal masyarakat setempat sehingga dapat meningkatkan kesejahteraannya.

"Desa Kahayya memiliki potensi yang perlu dikenali berbasis riset yang dapat meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat setempat. Desa ini diibaratkan seperti permata yang akan memancarkan sinarnya jika potensi tersebut dikelola dengan baik" terangnya.

Dr. Sakaria To Anwar, M.Si menambahkan bahwa berbeda dengan kawasan wisata pada umumnya yang cenderung menggerus nilai-nilai lokal, rumusan model pengembangan wisata ini akan disesuaikan dengan tata nilai masyarakat setempat.

Ini akan menjadi salah satu keunikan pada wisata dataran tinggi di Indonesia.

"Pengembangan wisata ini di desain agar tidak mendegradasi nilai-nilai lokal masyarakat setempat. Justru nilai-nilai tersebut akan menjadi daya tarik pengunjung. Maka perlu untuk ditonjolkan" jelas dosen senior Departemen Sosiologi.

Pemerintah desa Kahayya menyambut tim peneliti dengan antusias di rumah Kepala Desa.

Hadir juga ketua Badan Pengawas Desa (BPD), ketua kelompok sadar wisata (Pokdarwis), pengelola kuliner (kopi khas Kahayya) dan masyarakat sekitar.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved