Headline Tribun Timur
11 Sungai Sumber Banjir Makassar
Sebanyak 11 sungai menjadi sumber banjir di Kota Makassar awal tahun 2023 ini.
TRIBUN-TIMUR.COM - Sebanyak 11 sungai menjadi sumber banjir di Kota Makassar awal tahun 2023 ini.
Berdasarkan data BBWS Pompengan Jeneberang, ada dua sungai utama yang mengalir di Kota Makassar yaitu Sungai Jeneberang dan Sungai Tallo.
Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar sedang melakukan survey wilayah sungai yang ada di Kampung Baru, Antang, Manggala.
Dinas PU sementara ini mengumpulkan data teknis sebelum melakukan penanganan terhadap sungai tersebut.
Penanganan tersebut dilakukan mengingat adanya sumbatan jalur air yang menjadi pemicu tingginya banjir di wilayah Antang, Manggala.
Kepala Bidang (Kabid) PSDA dan Drainase Dinas PU Makassar, Nurhidayat mengatakan, setelah datanya rampung, ia akan segera bersurat ke Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan-Jeneberang (BBWSPJ).
Sebagaimana diketahui, untuk saluran utama termasuk sungai di Kampung Baru merupakan kewenangan BBWSPJ.
Sehingga untuk melakukan penanganan perlu ada koordinasi dan izin lebih dulu kepada balai.
"Lagi disurvey dan diukur, kita lengkapi data teknis," ucap Nurhidayat.
Ia mengusahakan agar surat tersebut dikirim secepatnya ke BBWSPJ.
Ia mengakui, surat permohonan izin ke balai dilakukan sebagai respon instruksi dari Wali Kota Makassar Danny Pomanto.
Ia menjanjikan mengirim surat tersebut pada Senin kemarin, hanya saja masih terkendala data. "Semoga tuntas datanya hari ini," katanya.
Sebelumnya, Wali Kota Makassar Danny Pomanto telah meninjau Sungai di Kampung Baru, Antang.
Ia menilai, perlu ada pengerukan jalur sungai di wilayah tersebut, apalagi jika kondisinya sudah tersumbat.
Danny mengatakan, pemeliharaan sungai sebenarnya merupakan wewenang dari Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang (BBWSPJ).
Tetapi, Pemkot kata Danny Pomanto akan turun membantu demi meringankan beban masyarakat Kota Makassar.
Lanjut walikota dua periode ini, Pemkot tidak akan membiarkan warganya berjuang sendiri. Jadi solusinya ini membutuhkan pengerukan sungai.
"Saya akan berkoordinasi dengan BBWS Pompengan Jeneberang untuk turunkan alat berat yang kita punya. Meski ini kewenangan balai tapi tidak apa-apa kita bersinergi, saling bantu," ujarnya.
Menurutnya, masalah banjir merupakan persoalan teknis dan harus ditangani dengan cara teknis pula.
Tidak hanya pengerukan, Danny juga berencana akan membuat jalur tembusan air sungai.
Baca juga: Banjir Rob Landa Sinjai Selama 2 Hari
Namun, kendalanya harus melakukan pembebasan lahan terlebih dahulu.
“Kita akan ajak diskusi warga dulu, dari pada di sini banjir terus. Kita akan anggarkan dan bicara dengan semua pihak terkait karena panjang yang akan dikerjakan itu 169 meter,” katanya.
Sungai Dangkal
Semua sungai dan kanal sudah dangkal hingga sampah bertumpuk. Sehingga, aliran terganggu dan volumenya berkurang untuk menampung air.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang mulai turun tangan atasi banjir Kota Makassar.
Saat ini, BBWS berupaya mengoptimalkan pemanfaatan infrastruktur pengendali banjir.
Hal ini guna membantu mengatasi banjir di Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan.
BBWS Pompengan Jeneberang bahkan melibatkan Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk membersihkan drainase dan kanal di Kota Makassar.
Kepala BBWS Pompengan Jeneberang, Djaya Sukarno akan memanfaatkan kolam regulasi Nipa-nipa, Waduk Tunggu Pampang hingga Long Storage di kawasan Tanjung Bunga untuk pengendalian banjir.
Djaya menyebut untuk pemeliharaan sungai dan saluran di Makassar dilakukan agar fungsi utamanya tetap sesuai dengan kapasitas.
"Ini yang sudah dilakukan, kita bersihkan sampah, terutama tumbuhan liar seperti enceng gondok. Untuk pengerukan juga sudah rutin lakukan di kanal dan saluran sejak 2017," kata Djaya Sukarno, Sabtu (25/2).
BBWS Pompengan Jeneberang tak sendiri dalam melakukan upaya pemeliharaan kanal dan sungai. Dalam beberapa kegiatan pihak TNI dan pemerintah daerah ikut membantu.
Djaya juga berharap dukungan masyarakat dalam menjaga fungsi saluran dan sungai. Caranya, dengan tidak membuang sampah ke saluran air
Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman mengapresiasi kinerja BBWS Pompengan Jeneberang pemeliharaan sungai dan kanal di Sulsel.
"Kita berharap dengan kegiatan ini, fungsi utama sungai dan kanal yang melintas di tengah Kota Makassar bisa jadi saluran utama pembuangan air dari area pemukiman. Sehingga genangan dan banjir bisa dikurangi," kata Andi Sudirman.
HL Tribun Timur edisi Minggu (26/2/2023). (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Kondisi-Waduk-Tunggu-Pampang-kala-hujan-deras-melanda-kota-Makassar-vv.jpg)