Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Banjir Maros

Guru di Maros Menilai Belajar Daring Tidak Efektif

Seperti yang diutarakan Surgawati, Guru di SDN Polejiwa yang juga terdampak banjir sejak Senin (13/2/2023) kemarin.

Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Saldy Irawan
DOK PRIBADI
SDN Polejiwa Turikale Maros masih terendam Banjir hingga Rabu (15/2/2023). 

TRIBUNMAROS.COM, MAROS - Banjir merendam puluhan sekolah di Kabupaten Maros Sulawesi Selatan.

Alhasil, proses pembelajaran terpaksa dialihkan ke sistem daring.

Namun, sayang pembelajaran daring ini dinilai kurang efektif oleh guru.

Seperti yang diutarakan Surgawati, Guru di SDN Polejiwa yang juga terdampak banjir sejak Senin (13/2/2023) kemarin.

“Dengan belajar daring anak-anak itu tidak fokus, mereka bahkan lebih memilih bermain saat banjir,” akunya.

Belum lagi masih banyak orang tua siswa yang bingung menghadapi pembelajaran online. 

Seperti cara mengunduh materi hingga instruksi tugas

Ia menyebutkan, pembelajaran daring di SDN Polejiwa Maros sudah dilakukan sejak Selasa kemarin.

“Banjirnya sejak hari senin, tapi kami lakukan pembelajaran online itu di hari Selasa,” katanya Surgawati, Guru di SDN Polejiwa.

Ia mengatakan ketinggian banjir setinggi paha orang dewasa.

“Semua ruangan terkena banjir, mulai dari kantor, UKS, hingga perpustakaan,” sebutnya.

Untungnya, sebelum banjir merendam sekolah, sejumlah dokumen penting dan buku-buku sekolah berhasil diselamatkan.

“Yang kita selamatkan terlebih dahulu itu buku buku, sebab perpustakaan juga terkena banjir kan,” bebernya.

Sebelumnya, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Maros, Andi Patiroi mengatakan, sudah ada 19 sekolah yang daring.

“Sekolah yang paling banyak kebanjiran di Kecamatan Maros Baru. Tersisa satu sekolah yang tidak terdampak banjir, yakni SD Kassikebo,” ucap Patiroi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved