Imran Abidin Meninggal
Bupati Enrekang Melayat ke Rumah Duka Ketua DPD Hikma Imran Abidin di Sidrap
Di depan keluarga almarhum Imran Abidin dan warga Sidrap, Muslimin Bandotak lupa memanjatkan doa.
Penulis: Erlan Saputra | Editor: Sukmawati Ibrahim
TRIBUN-TIMUR.COM, ENREKANG - Bupati Enrekang Muslimin Bando turut berduka cita atas meninggalnya Ketua Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Keluarga Massenrempulu (DPD Hikma) Imran Abidin.
Muslimin Bando mengenakan pakaian serba hitam menyempatkan diri melayat di rumah duka di Pangkajene, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sabtu (11/2/2023) malam.
Sesampai di rumah duka, Muslimin Bando menceritakan sosok almarhum semasa hidupnya.
Di depan keluarga almarhum Imran Abidin dan warga Sidrap, bupati dua periode itu tak lupa memanjatkan doa.
"Kepada segenap keluarga besar almarhum, saya atas nama pribadi dan mewakili masyarakat Enrekang menyampaikan rasa kehilangan, belasungkawa, dan duka sedalam-dalamnya," tutur Muslimin Bando.
Di mata Muslimin Bando, Ketua DPD Hikmah sekaligus Kadis Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Kabupaten Sidrap, merupakan sosok pria yang punya banyak prestasi.
"Sederet jabatan yang beliau emban, ribuan pelayat yang silih berganti datang, serta cerita-cerita kebaikan almarhum yang bertebaran, cukup menggambarkan bahwa almarhum adalah orang yang berakhlak mulai semasa hidupnya," tuturnya.
Untuk itu, Muslimin Bando menitipkan pesan kepada keluarga dan warga Sidrap agar mengikuti rekam jejak kebaikan almarhum.
"Untuk keluarga dan khususnya anak-anak almarhum, kami menitipkan pesan agar mengikuti jejak-jejak kebaikan ayahanda," tandasnya.
Kabar terakhir, putra daerah Massenrempulu itu menembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Umum (RSU) Wahidin Sudirohusodo Makassar, Sabtu (11/2/2023) sekitar Pukul 08.30 Wita.
Baca juga: Sosok Almarhum Imran Abidin di Mata Bupati Enrekang Muslimin Bando
Sebelum meninggal, Ia sempat dirawat beberapa hari di RS lantaran penyakit diabetesnya kambuh.
Selain itu, Imran Abidin juga punya gangguan pada tulang ekor.
Setelah koma selama dua hari, Imran Abidin akhirnya menembus nafas terakhir di rumah sakit.
Rencananya, Imran Abidin akan dipulangkan dan dikebumikan di kampung kelahirannya, Desa Lengkong, Kecamatan Cendana, Kabupaten Enrekang, Minggu (12/2/2023). (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Muslimin-b-1222023.jpg)