Pemilu 2024
PKS Sulsel Pastikan Deklarasi Anies Baswedan Capres saat Rakornas
Tanggal 26 kita rakornas di Jakarta, sekalian kita akan deklarasi terkait dengan tetapnya kita bersama Koalisi Perubahan.
Penulis: Siti Aminah | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Deklarasi pencapresan oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) masih ditunggu-tunggu.
Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS Sulawesi Selatan memastikan deklarasi tersebut akan dilakukan saat rapat koordinasi nasional (rakornas).
Kepala Bidang Humas DPW PKS Wahidah mengatakan rakornas akan dilangsungkan pada 24-26 Februari di Jakarta.
"Tanggal 26 kita rakornas di Jakarta, sekalian kita akan deklarasi terkait dengan tetapnya kita bersama Koalisi Perubahan dan akan segera kita resmikan di rakernas," ucapnya, Jumat (10/2/2023).
Nantinya seluruh pengurus wilayah di beberapa DPD, DPC hingga cabang akan ikut dalam rakornas tersebut.
Wahidah menambahkan, dalam rangka soliditas koalisi perubahan, PKS belum terlalu konsen terkait siapa yang akan jadi cawapres atau pendamping Anies.
Nama Gubernur Jawa Timur, Khafifah Indar Parawansa memang santer dibicarakan menjadi salah satu figur potensial yang akan diusung.
Khofifah merupakan sosok yang berpengaruh di Nahdlatul Ulama (NU).
Sementara Anies mewakili suara dari masyarakat perkotaan dan penganut Islam moderat.
"Kalau Khofifah mewakili muslim yang cukup tradisional dan cukup mengakar di Indonesia," sebutnya.
Namun hal tersebut, kata dia, belum menemukan kesepakatan.
Masih perlu pembicaraan dengan partai lain yang tergabung dalam Koalisi Perubahan.
Ia berharap siapapun wakilnya kelak bisa membantu memenangkan usungan Koalisi Perubahan di Pemilu 2024.
"Partai lain juga masih punya pilihan sendiri, kemarin kami PKS ingin menawarkan dari kader kita, kan ada Ahmad Heriawan mantan gubernur Jawa Barat dua periode," tuturnya.
Sebagaimana diketahui, Anies Baswedan kini telah melampaui presidential threshold 20 persen usai Demokrat dan PKS secara resmi mengumumkan dukungannya.
Partai NasDem memiliki 59 kursi (10,26 persen), Partai Demokrat 54 kursi (9,39 persen), dan PKS 50 kursi (8,70 persen) sehingga jumlahnya menjadi 28,35 persen.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Kabid-Humas-DPW-PKS-Sulsel-Wahidah-Eka-Putri.jpg)