Tips Menjaga Kesehatan dan Kecantikan Ala Dokter Fatimah Zahra
Kurangnya pemahaman seputar kandungan produk kecantikan yang dipakai sehari-hari, tentu akan berdampak pada kesehatan kulit.
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Topik seputar anti aging atau penuaan saat ini semakin sering dibicarakan di tengah masyarakat.
Penuaan kulit biasanya ditandai dengan munculnya garis-garis halus dan kerutan, hilangnya elastisitas kulit, tekstur kasar, hingga perubahan warna kulit.
Hal ini disebabkan karena seiring bertambahnya usia seseorang, kolagen, dan elastin rusak.
Untuk mengatasi penuaan dini biasanya seseorang cenderung mengambil langkah instan dalam memilih produk kosmetik.
Kurangnya pemahaman seputar kandungan produk kecantikan yang dipakai sehari-hari, tentu akan berdampak pada kesehatan kulit.
Berangkat dari keprihatinan tersebut, mendorong dr. Fatimah Zahra, M. Biomed (AAM), gencar melakukan edukasi kepada masyarakat seputar dunia kecantikan dan kesehatan.
Ketertarikan pada dunia kesehatan dan kecantikan itulah yang membuat dia melanjutkan studi pasca sarjana Biomedik Anti Aging Medicine Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Bali.
Menurutnya, anti aging medicine adalah ilmu kedokteran yang bukan hanya berbicara tentang kecantikan atau estetik saja.
Menurutnya, anti aging medicine memiliki cakupan yang lebih luas, estetik hanyalah bagian dari tema yang dibahas dalam ilmu anti aging medicine.
"Sekarang itu banyak masyarakat yang menggunakan produk-produk kecantikan karena produk itu viral di media sosial. Hanya karena melihat iklan-iklan produk kecantikan yang menampakkan perubahan ketika sekali dipakai tiba-tiba kulitnya bisa langsung jadi putih dan glowing," kata dr. Fatimah Zahra kepada wartawan Sabtu (4/2/2023).
dr. Fatimah Zahra mengatakan, hal itu sangat over claim, produk seperti ini bisa berdampak negatif pada kesehatan kulit mereka.
Dokter Ima, sapaan, memberikan edukasi bagi masyarakat dalam hal pemilihan produk kosmetik, yang bukan hanya sekedar viral, tapi juga aman dipakai, sehingga tidak memiliki efek samping yang merugikan.
Dokter Ima yang sudah lebih dari 15 tahun bergelut di dunia estetik, dan pernah mengelola klinik kecantikan terkenal di Pusat Kota Jakarta mengatakan, dari pengalamannya sebagai dokter anti aging, banyak menerima keluhan pasien yang diakibatkan karena penggunaan produk kecantikan yang tidak aman bagi kesehatan kulit.
Inilah yang menjadi dasar bagi bagi dokter Ima untuk memberikan edukasi terkait produk kecantikan serta dunia estetik secara umum.
Ia berharap dari kegiatan edukasi yang sering dilakukan, masyarakat lebih memiliki pengetahuan dalam memilih produk-produk kesehatan serta kecantikan yang aman untuk kesehatan kulit.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/dr-Fatimah-Zahra-M-Biomed-AAM-gencar-melakukan-edukasi-kecantikan.jpg)