Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

UMMA

Senangnya Muhammad Rafli, Mahasiswa UMMA Belajar Manajemen Isu dan Krisis di UMJ

Mahasiswa Universitas Muslim Maros (UMMA) Muhammad Rafli salah satu peraih program Pertukaran Mahasiswa Merdeka oleh Kemendikbud.

Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Sukmawati Ibrahim
zoom-inlihat foto Senangnya Muhammad Rafli, Mahasiswa UMMA Belajar Manajemen Isu dan Krisis di UMJ
DOK PRIBADI
Muhammad Rafli saat ikut Pertukaran Mahasiswa Merdeka di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ)

TRIBUNMAROS.COM, MAROS - Mahasiswa Universitas Muslim Maros (UMMA) Muhammad Rafli salah satu peraih program Pertukaran Mahasiswa Merdeka oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Mahasiswa program studi manajemen ini telah merampungkan masa pertukaran mahasiswa selama satu semester di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ).

Selain memperoleh pengalaman kuliah di dua kampus berbeda, Rafli mengaku perjuangan untuk lolos program pertukaran mahasiswa tidak mudah.

 “Saya harus melewati serangkaian tes dan kelengkapan dokumen agar bisa lolos. Dari total 35.107 yang mendaftar, yang dinyatakan lulus hanya 12.722 saja,” ungkap Rafli dalam rilis yang diterima tribunmaros.com, Senin (30/1/2023).

Program unggulan Mendikbud Nadiem Anwar Makarim, sebagai salah satu wujud implementasi kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), menurut Rafli memberikan pengalaman pembelajaran yang luar biasa. 

“Di UMMA saya mengambil jurusan Manajemen, sementara di UMJ saya belajar Ilmu Komunikasi. Dan yang menarik, saya mengkolaborasikan dua disiplin ilmu dan fokus membedah kajian Manajemen Isu dan Krisis berbasis digital,” terangnya.

Rafli mengatakan, selama masa pertukaran mahasiswa dirinya mendapat ilmu dari dosen UMJ sekaligus dari praktisi-praktisi yang sudah berpengalaman dan bersentuhan langsung dengan dunia public relations (PR). 

Pengajar praktisi kata Rafli berasal dari Industri besar di Jakarta seperti IKEA dan MNC Media.

“Kalau kata dosen praktisi, ilmu manajemen isu dan krisis sedang berkembang dan banyak dipelajari oleh para praktisi yang ingin mengembangkan kompetensi. Dan dari pengalaman belajar itu saya akhirnya bisa melakukan identifikasi risiko, melakukan analisa, skala prioritas dengan mengandalkan teknologi seperti artificial intelligence dan big data,” jelasnya.

Untuk masa depan, Rafli mengaku punya kompetensi yang bisa diandalkan dalam persaingan dunia kerja.

“Untuk saat ini saya cukup percaya diri menghadapi ketatnya seleksi dunia kerja dengan ilmu kompetensi yang saya peroleh di UMMA dan UMJ. Saya juga yakin bisa mendorong industri baru dan menjadi entrepreneur,” kuncinya.

Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka, perguruan tinggi wajib memberikan konversi dan pengakuan sistem kredit semester (SKS) sebanyak 20 SKS bagi mahasiswa yang mengikuti program ini. 

Program ini dapat diikuti oleh mahasiswa dari semester tiga hingga semester delapan. 

Selain memberikan kesempatan belajar di kampus lain bagi mahasiswa, dalam program ini mahasiswa akan mengeksplorasi keragaman kebudayaan Indonesia melalui pembelajaran modul nusantara. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved