Keindonesiaan
Keadilan Sosial
Tak salah jika 2022 Bank Dunia menyebut tingkat kesejahteraan rata-rata masyarakat Indonesia melandai.
Oleh:
Anwar Arifin Andi Pate
Guru Besar Ilmu Komunikasi
TRIBUN-TIMUR.COM - Temu Kaji di dunia maya, 22 Januari 2023 Asosiasi Profesor Indonesia, menyimpulkan empat ciri negara kesejahteraan, yaitu:
(1). Keadilan sosial,
(2). Kesejahteraan umum,
(3). Demokrasi, dan
(4). Penegakan hukum.
Inti dari semuanya itu adalah modal manusia, melalui pendidikan, kesehatan, dan kesejahteran.
Indeks Modal Manusia (IMM) Indonesia, berada dibawah rata-rata dunia (057). IMM Indonesia sejak 2018 hanya diperingkat 87 (0,53) dari 188 negara, di bawah negara-negara tetangga seperti Vietnam (0,67).
Dengan nilai 0,53 saja. “Indonesia hanya dapat menikmati 53 persen dari seluruh potensi ekonomi”, ujar Presiden Bank Dunia, Jim Young Kim.
Peraih hadiah Nobel bidang ekonomi 2018, Paul M. Romer, juga menyebut pentingnya modal manusia dalam inovasi teknologi digital sebagai sumber utama pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Romer dinilai berjasa menemukan “Endogenius Growth Theory”.
Dengan IMM yang rendah, otomatis melahirkan modal sosial demokrasi juga rendah, karena budaya demokrasi warga negara tak mampu mendukung demokrasi neolib yang kini dianut Indonesia.
Itulah sebabnya The Economist Intelligence Unit, menyebut Indonesia yang “cacat demokrasinya”.
Lembaga itu menempatkan juga Indonesia dalam Indeks Demokrasi Global diposisi rendah (ke-49), dibawah Timor Leste (ke-46).
Demokrasi Indonesia juga dapat menjadi “demokrasi beku”, yaitu demokrasi yang tidak menghasilkan kesejahteraan umum dan keadilan sosial serta pembentukan masyarakat madani yang bebas korupsi.
Keadilan sosial di Inonesia tampaknya makin jauh, karena dalam laporannya tahun 2015,
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/anwar-arifin-andi-pate_20171216_214848.jpg)