70 Mahasiswa Apoteker UMI Ikut Pencerahan Qalbu di Padanglampe
Pencerahan qalbu UMI memang dikenal sebagai wadah dalam peningkatan model pendidikan berkarakter.
Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Sukmawati Ibrahim
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Menuju smart university, mahasiswa Profesi Apoteker Fakultas Farmasi UMI mengikuti pencerahan qalbu di Pesantren Mahasiswa Unggulan Darul Mukhlishin UMI Padanglampe, Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel), Jumat-Minggu (6-8/1/2023).
Wakil Rektor IV UMI, M Ishaq Shamad hadir sebagai pemateri utama.
Pencerahan qalbu UMI memang dikenal sebagai wadah dalam peningkatan model pendidikan berkarakter.
Sejumlah mahasiswa perguruan tinggi lainnya juga pernah merasakan program pencerahan qalbu UMI di Padanglampe.
Diantaranya, mahasiwa fakultas teknik UNM dan Poltekkes.
"Sejumlah instansi pemerintah juga pernah menempatkan calon ASN disini seperti Pemda Pangkep, Kemenag Pangkep, Polda Sulsel ," kata M Ishaq Shamad.
"Bahkan dari luar negeri telah berkunjung ke Pesantren ini, diantaranya dari Malaysia, Francis dan Amerika Serikat. Mereka terkesan dengan model pendidikan karakter disini," sambungnya.
Wakil Rektor IV UMI ini menjelaskan, materi tentang kebijakan UMI dalam program pencerahan qalbu dan pendidikan karakter.
Dikatakan, pencerahan qalbu merupakan program unggulan mahasiswa UMI yang dapat membentuk mahasiswa sebagai ulul albab.
Hal ini sejalan dengan visi UMI membentuk mahasiswa berilmu amaliah, beramal ilmiah, berakhlaqul kariymah dan berdaya saing tinggi.
Program pesantren ini juga menanamkan 16 karakter sebagai pengamalan materi aqidah, syariah, dan akhlaq.
"Ini sebagai dasar mendukung program UMI yakni Embracing Smart University dengan lima smart, yakni Smart System, Smart Governance and Policy, Smart People, Smart Infrastruktur dan Smart Culture and Islamic Character," ujar M Ishaq Shamad
Menurutnya, Smart Culture and Islamic Character sebagai bagian dari Smart University melalui pencerahan qalbu menanamkan nilai-nilai universal perilaku mahasiswa yang mencakup semua aktivitasnya.
"Termasuk konteks hubungan dengan tuhan, diri sendiri serta sesama manusia. Maupun dengan lingkungan, yang diwujudkan dalam pikiran, sikap, perasaan, perkataan dan tindakan berdasarkan norma," Kata M Ishaq Shamad.
M Ishaq Shamad menyebut norma agama, hukum, tata krama, budaya, dan adat istiadat berperan dalam membentuk mahasiswa yang cerdas dalam ilmu pengetahuan. .
Terakhir, ia mengharapkan mahasiswa UMI, memiliki karakter Islami dalam mendukung dan mewujudkan embracing smart university. Sehingga mahasiswa apoteker UMI bisa berkiprah di tengah-tengah masyarakat.
Turut hadir Dekan Fak Farmasi UMI Abd Malik, Apt PhD, para wakil Dekan Fak Farmasi UMI, asisten direktur pesantren padanglampe dan 70 mahasiswa Prodi Apoteker Fakultas Farmasi. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Umi-812023.jpg)