Pemkab Lutra

Penanganan Banjir Wilayah Hilir Sungai Rongkong Lutra Terus Dikerjakan

Kepala Bidang Perairan Dinas PU Luwu Utara, Rahayu mengatakan tengah membangun tanggul darurat.Lokasi tanggul darurat di Desa Limbong Wara.

Penulis: Ivan Ismar | Editor: Sukmawati Ibrahim
IVAN ISMAR / TRIBUN TIMUR
Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani saat menyerahkan bantuan kepada korban banjir di Kecamatan Malangke, belum lama ini.   

TRIBUNLUTRA.COM, MASAMBA - Penanganan banjir di wilayah hilir Sungai Rongkong tengah dikerjakan.

Dilakukan Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang (BBWSPJ) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu Utara.

Kepala Bidang Perairan Dinas PU Luwu Utara, Rahayu mengatakan tengah membangun tanggul darurat.

Lokasi tanggul darurat di Desa Limbong Wara, Kecamatan Malangke Barat. Rahayu mengatakan, balai saat ini sedang melaksanakan pekerjaan penutupan luapan atau jebolan.

Pekerjaan menggunakan jumbo bag dan pembukaan alur untuk bagian hilir.

"Penutupan luapan dilakukan di beberapa titik diantaranya di Beringin Jaya, Lembang-lembang, Lawewe, Bululandong, Pombakka, dan Pongo," kata Rahayu, Selasa (2/1/2023).

Selain itu, LARP survey sosek untuk pembangunan Bendungan Rongkong sudah dimulai pada September 2021 lalu. 

LARP adalah survey sosek untuk menggali informasi terkait kepemilikan harta warga.

Berupa rumah, tanah, kebun, sawah, dan kondisi sosial lainnya. Metodenya dilakukan secara door to door.

Sebelumnya terdapat penolakan dari masyarakat, namun hingga survey LARP dilaksanakan, masyarakat sudah sepakat.

Sepakat memberikan kesempatan untuk melakukan survey dan memasang patok di wilayah Desa Tandung.

Ini diperkuat dengan pernyataan Tomakaka Buka, Tamo, mengatakan siap menerima program tersebut sepanjang tidak merugikan masyarakat.

Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani mengatakan, pembangunan Bendungan Rongkong diharapkan dapat menjadi solusi.

Solusi untuk mereduksi dampak banjir di lima kecamatan hilir yaitu Sabbang, Malangke, Malangke Barat, Baebunta, dan Baebunta Selatan.

"Tanpa dukungan masyarakat, akan sulit diwujudkan, sudah pernah dirancang sebelumnya dan akhirnya gagal. Semoga kali ini kita bisa bersama-sama mengedepankan kepentingan bersama, kepentingan orang banyak, kepentingan saudara-saudara kita yang sudah bertahun-tahun merasakan dampak banjir," kata Indah Putri Indriani.

Indah mengatakan, bukan lagi mengedepankan ego kelompok tertentu yang suka memanas-manasi.

"Tdak peduli dengan penderitaan saudara-saudara kita di lima kecamatan tadi. Mohon doa dan dukunganta," tutur Indah Putri Indriani. (*)

 

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved