Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Banjir Makassar

Danny Pomanto: Banjir Makassar Tanggung Jawab Developer

Belum lagi, Manggala berada di wilayah dataran rendah sehingga air dari berbagai penjuru melebar atau merembes ke wilayah tersebut.

Penulis: Siti Aminah | Editor: Saldy Irawan
Humas Pemkot Makassar
Wali Kota Makassar Danny Pomanto 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Wali Kota Makassar Danny Pomanto menyebut banjir yang terjadi di Kota Makassar tidak lazim.

Pasalnya, banjir terjadi dua kali dalam kurun waktu dua bulan.

Pertama, pada 18-20 November 2022 lalu, kedua sekarang ini dimana banjir terjadi sejak sejak Jumat (23/12/2022) hingga sekarang.

"Banjir yang kedua kalinya dalam dua bulan ini tidak lazim. Inilah yang paling parah karena daerah-daerah yang tidak biasa mengungsi itu mengungsi," sebut Danny Pomanto usai meninjau titik Banjir di Blok 10 Kelurahan Manggala, Kecamatan Manggala, Minggu (25/12/2022).

Salah satu bukti parahnya banjir kali ini kata Danny, wilayah yang dulunya tak terdampak banjir kini tergenang.

Termasuk di masjid Muhajirin, tempat warga biasanya diungsikan.

"Sampai-sampai masjid Muhajirin itu yang tadinya bisa diakses darat dari dulu, itu sudah terkepung dengan banjir," ungkapnya.

Danny memaparkan, tidak hanya faktor cuaca ekstrem, banjir kiriman dari daerah lain juga menjadi penyebab parahnya banjir kali ini.

Belum lagi, Manggala berada di wilayah dataran rendah sehingga air dari berbagai penjuru melebar atau merembes ke wilayah tersebut.

"Ini sebenarnya faktor ketinggian tidak mungkin air mengalir dari rendah ke tinggi, jadi memang ini titik paling rendah dan ini adalah banjir kronis artinya banjir memang dari dulu tempatnya air," paparnya.

Menurutnya, banjir ini merupakan masalah alam dan harus betul-betul dipikirkan dengan baik solusinya.

Kuncinya kata Danny bagaimana aliran air bisa berjalan dengan lancar tanpa hambatan.

Untuk itu dibutuhkan campur tangan berbagai pihak termasuk masukan dari masyarakat.

"Saya ingin melibatkan semua masyarakat supaya usulan itu kita usulkan ke balai (BBWSPJ) agar aliran air ini bisa lancar ke laut, aliran di nipa-nipa sudah lancar justru dari hulu lancar masuk ke sini," ujarnya.

Disamping itu, ia juga telah menginstruksi para camat untuk membuat forum atau wadah penyampaian aspirasi masyarakat.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved