PSM Makassar
Pelatih Borneo FC Akui Pertahanan PSM Makassar Memang 'Kokoh' Layaknya Benteng Rotterdam!
Borneo FC harus puas bermain imbang 1-1 menghadapi PSM Makassar yang berlangsung di Stadion Sultan Agung, Bantul, Jumat (23/12/2022) malam.
Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Alfian
TRIBUN-TIMUR.COM, BANTUL - Pelatih Borneo FC Andre Gaspar membuat pengakuan terkait permainan PSM Makassar usai kedua tim bermain pada pekan ke-17 Liga 1 2022/2023.
Borneo FC harus puas bermain imbang 1-1 menghadapi PSM Makassar yang berlangsung di Stadion Sultan Agung, Bantul, Jumat (23/12/2022) malam.
Padahal, Borneo FC unggul jumlah pemain dari PSM Makassar usai Agung Mannan menerima kartu merah.
Sialnya lagi, Borneo FC unggul terlebih dahulu dari PSM Makassar lewat gol Stefano Lilipaly.
Namun gol Stefano Lilipaly mampu dibalas Wiljan Pluim jelang akhir laga.
Baca juga: Prediksi Skor Persikabo vs Persib Bandung di Liga 1 dan Susunan Pemain : Live Streaming Indosiar
Baca juga: Prediksi Skor Dewa United vs Persebaya di Liga 1 dan Susunan Pemain : Live Streaming Indosiar
Sepanjang pertandingan, kedua tim bermain begitu spartan.
Borneo FC menunjukkan permainan keras, begitu pula dengan PSM Makassar.
Laga ini pun diwarnai hujan kartu dari kedua tim
Total ada 11 kartu kuning yang dikeluarkan pengadil lapangan.
Delapan untuk PSM Makassar dan 3 bagi Pesut Etam.
Pelatih Borneo FC Andre Gaspar mengakui laga ini sulit untuk dijalani.
"Ini menjadi pertandingan yang sulit bagi kami," kata Andre Gaspar
"Mereka (PSM) bertahan dengan bagus, tim Makassar bermain bagus," sambungnya.
Tak heran jika musim ini PSM Makassar memiliki pertahanan kuat ibaratnya benteng Roterdam.
Saat ini PSM Makassar baru kebobolan 9 kali.
PSM Makassar menjadi klub Liga 1 dengan kebobolan paling sedikit sejauh ini.
Dengan hasil ini, Borneo FC masih bertengger di posisi 4 klasemen sementara.
Matheus Pato cs mengumpulkan poin 32.
Tim asal Kalimantan ini hanya berjarak satu poin dari pemimpin klasemen PSM Makassar.
Bernardo Tavares Kritik Wasit
Pelatih PSM Makassar Bernardo Tavares melontarkan kritikan keras kepada perangkat pertandingan saat menghadapi Borneo FC di pekan ke-17 Liga 1 2022/2023.
Meski PSM Makassar memetik satu poin setelah bermain dengan 10 pemain lawan Borneo FC, Bernardo Tavares tak puas dengan kepemimpinan wasit.
Di laga ini, PSM Makassar harus bermain dengan 10 pemain.
Pemain belakang skuad Juku Eja, Agung Mannan diusir dari lapangan di menit 67 usai mendapat dua kartu kuning.
Pelatih PSM Makassar Bernardo Tavares mengaku kecewa melihat kepemimpinan wasit.
Ia menilai anak asuhnya sudah bekerja keras di laga ini.
Namun, kepemimpinan wasit dinilai mencederai perjuangan anak asuhnya
"saya sangat frustasi padahal kita kerja keras," Kata Bernardo Tavares
"Kita curahkan energi kita untuk pertandingan ini, tapi wasit menodainya," sambungnya.
Bernardo Tavares bahkan membawa secarik kertas daftar kesalahan keputusan wasit.
"No 10 menghalangi dzaky dengan tangannya, harusnya ini di eropa kartu merah. karena tidak ada indikasi utama untuk memainkan sepakbola." jelas Pelatih asal Portugal.
Baca juga: PSM Makassar Juara Paruh Musim Liga 1, Bernardo Tavares Diganjar Kontrak Panjang ? Kata Agen
"Kemudian ananda,saya tidak mengerti kenapa bisa tiba-tiba mendapat kartu kuning," lanjutnya
Tak hanya itu,Tavares juga mengomentari insiden yang melibatkan RIcky Pratama
"Dimenit 53, dzaky dilanggar lagi, kalau ini di dalam atau diluar kotak pinalti, harusnya ada pelanggaran. Di menit 70 juga, sama," jelas Bernardo Tavares.
PSM Makassar Puncaki Klasemen
Skuad PSM Makassar menjadi pemuncak klasemen Liga 1 2022/2023 pekan ke-17 menggeser Bali United dan Madura United.
Hasil ini diraih PSM Makassar usai menahan imbang Borneo FC 1-1 pada laga pekan ke-17 yang berlangsung di Stadion Sultan Agung, Bantul, Jumat (23/12/2022), malam
Padahal hingga pekan ke-17 Liga 1 2022/2023, PSM Makassar dan Bali United serta Madura United sama-sama mengoleksi 33 poin.
Terlebih lagi, berdasarkan regulasi Liga 1 2022/2023 jika poin sama maka klub yang memenangkan Head to Head dengan klub bersangkutan akan berada di atas.
Sementara itu diketahui, PSM Makassar kalah head to head dari Madura United.
Pada pekan ke-15 PSM Makassar kalah 0-1 dari Madura United.
Lantas apa penyebabnya sehingga PSM Makassar bisa menjadi pemuncak klasemen Liga 1 2022/2023 di pekan ke-17?
Menelisik lebih jauh isi dari regulasi Liga 1 2022/2023, posisi tertinggi klasemen pertama ditentukan jumlah poin yang didapatkan.
Jika terdapat dua tim atau lebih yang memiliki poin sama maka ditentukan head to head.
Adapun head to head ini ditentukan pertama antara dua klub yang memiliki poin sama.
Lalu head to head juga berlaku jika lebih dari dua tim memiliki poin yang sama.
Jika ketiga tim atau lebih saling mengalahkan satu sama lain maka dihitung total selisih gol tertinggi.
Baru selanjutnya jika masih sama maka akan dihitung jumlah gol yang dicetak.
Menariknya di pekan ke-17 Liga 1 2022/2023, PSM Makassar, Madura United dan Bali United sama-sama memiliki 33 poin.
Ketiga tim ini pun dihitung berdasarkan head to head.
PSM Makassar boleh kalah head to head dengan Madura United.
Tapi Madura United kalah head to head dari Bali United.
Sementara Bali United kalah head to head dari PSM Makassar.
Sehingga perhitungan dilanjutkan pada selisih gol.
Berdasarkan jumlah selisih gol, PSM Makassar lebih baik dari Madura United dan Bali United.
Inilah yang membuat PSM Makassar menjadi pemuncak klasemen Liga 1 2022/2023 sementara.
PSM Makassar memiliki selisih gol 17 dengan catatan 26 gol dan hanya sembilan kali kebobolan.
Di posisi kedua yakni Bali United dengan selisih gol 15, 36 gol dan 21 kebobolan.
Sedangkan Madura United di posisi ketiga memiliki selisih gol 10, dengan catatan 24 gol dan kebobolan 14.(*)
Baca berita terbaru dan menarik lainnya dari Tribun-Timur.com via Google News atau Google Berita