E-commerce Ramai-ramai Lakukan PHK, Cristianto: Investor Pilih Tahan Dana
Itu dikarenakan, industri digital dituntut agar tetap memiliki cash sebagai biaya oprasional karena keuangan mereka masih terus merugi.
Penulis: Noval Kurniawan | Editor: Saldy Irawan
BONE, TRIBUN-TIMUR.COM - Pelaku usaha digital berskala makro bakal kualahan tahun depan.
Penyebabnya, karena kebanyakan investor memilih menahan kucuran dananya.
Alasannya, karena pemilik usaha digital lebih mengedepankan valuasi atau nilai perusahaan.
Berbeda dengan UMKM yang diprediksi akan memiliki ketahan ekonomi lebih baik karena fokus pada keuntungan.
Demikian dikatakan Co-founder Tarrasmart, Cristianto Rian Tarra ke Tribun-Timur.com, Jumat (23/12/2022).
Tarrasmart adalah perusahaan artificial intelligence. Perusahaan ini telah diakuisisi oleh salah satu anak perusahaan konglomerat Asia.
"Resesi tahun ini pastinya membuat investor pada usaha digital akan menahan dana investasinya sehingga penting untuk pelaku usaha digital agar fokus pada profitabilitas perusahaan," kata eks Digital Solution Architect pada Central Business Services Sinar Mas Agro Resources & Technology ini.
Selain itu, usaha digital juga harus melakukan efisiensi agar dapat bertahan ditengah resesi tahun depan.
Hal ini kemudian dinilai sebagai imbas dari Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity (VUCA). Yaitu kondisi di mana para pelaku usaha dihadapkan dengan lingkungan yang berubah dan tidak dapat diprediksi.
"PHK massal dilakukan oleh beberapa industri digital bisa dibilang erat kaitannya dengan usaha mereka untuk mempersiapkan diri agar dapat menghadapi kondisi VUCA dan krisis," jelas pria yang kini juga menjabat IT Solution Deputy Division Head pada WOM Finance.
Itu dikarenakan, industri digital dituntut agar tetap memiliki cash sebagai biaya oprasional karena keuangan mereka masih terus merugi.
Melihat pertumbuhan usaha digital tengah melejit saat ini, dianggap memiliki peluang besar bersaing dengan usaha konvensional.
Karena pelaku usaha digital diuntungkan oleh inovasi dan kecepatan mereka dalam melihat peluang bisnis.
"Hanya saja di tengah krisis capital yang tersedia akan sangat terbatas sehingga perlu adanya manajemen resiko, agar usaha dapat terus bertahan hingga badai resesi selesai," ucapnya.
Di samping itu, Cris menambahkan, untuk para pencari kerja sangat disarankan untuk mencari perusahaan dengan kinerja baik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/no-vaallll11.jpg)