PT Vale Bersihkan Air Bekas Tambang Pakai LGS agar Tak Cemari Lingkungan
Bersama BPPT, PT Vale Indonesia mengembangkan Lamella Graviti Settler (LGS) yang terintegrasi dengan lebih dari 100 kolam pengendapan (sediment pond)
TRIBUN-TIMUR.COM, LUTIM -- PT Vale Indonesia Tbk mengungkapkan upaya operasi bertambangan berkelanjutan dengan tidak merusak lingkungan atau Good mining practice.
PT Vale Indonesia Tbk mencontohkan, air hasil penambangan dikelola agar kembali jernir ketika disalurkan kembali ke alam. Tujuannya agar tidak mencemari dan tidak merusak alam dan lingkungan.
Bersama Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), PT Vale mengembangkan Lamella Graviti Settler (LGS). Fasilitas LGS ini terintegrasi dengan lebih dari 100 kolam pengendapan (sediment pond).
Unit itu difungsikan memurnikan air sisa tambang agar tak berbahaya bagi lingkungan dan manusia. Lokasinya berada di Sorowako.
"Kami memiliki 100 lebih kolam pengendapan," kata Manager Mine Infrasturcture Maintenace PT Vale Indonesia Hasliana Amiruddin kepada wartawan Selasa (20/12/2022).
Hasliana Amiruddin mengatakan, LGS adalah salah satu kolam pengendapan yang terintegrasi dengan beberapa pond.
LGS ini merupakan teknologi pertama di Indonesia untuk pertambangan yang merupakan hasil riset dan Kerjasama dengan BPPT selama 2 tahun.
Secara reguler, PT Vale mengaloksikan tim yang memantau kadar Total Suspended Solid (TSS) dan Chromium, agar air limpasan sesuai dengan baku mutu pemerintah.
menerangkan, TSS atau tingkat kekeruhan pada air limpasan tambang disebabkan adanya aktivitas pembukaan lahan. Oleh karenanya, LGS dan kolam sedimen berperan mengembakikan air limpasan sehingga tidak berbahaya bagi lingkungan.
"Pada saat turun hujan, zat-zat tersuspensi akan terbawa oleh air limpasan tambang, yang biasanya di sebut total suspended solid (TSS)," katanya.
Kata Hasliana, selain TSS, PT Vale juga melakukan pengelolaan untuk Cr+6 atau chromium hexavalent serta parameter lainnya.
"LGS didesain sedemikian rupa agar air limpasan mengalir ke satu titik konsentrasi. Setelah air limpasan terkonsentrasi ke satu titik kolam pengendapan di situlah kita melakukan treatment untuk beberapa parameter baku mutu yang dipersyaratkan pemerintah," ujarnya.
Setelah air tersebut diproses melalui LGS, air limpasan yang sudah diberikan perlakuan kemudian dialirkan melalui saluran air atau drainase ke Danau Matano dalam kondisi memenuhi baku mutu.
Melalui fasilitas pengelolaan air limpasan ini, PT Vale mengklaim, mampu menjaga kejernihan Danau Matano. Danau ini dianggap menjadi indikator praktik pertambangan berkelanjutan, karena lokasi danau tersebut ‘bertetangga’ dengan area tambang dan pabrik PT Vale.
PT Vale sendiri dalam beberapa kesempatan selalu menegaskan jika danau tak akan tercemar dan selalu bersih.
Karena rahasia dari PT Vale adalah terletak pada strategi pengelolaan air limbah yang ramah lingkungan.
"Kami punya 100 lebih kolam pengendapan. LGS adalah salah satu kolam pengendapan yang terintegrasi dengan beberapa pond," kata Hasliana Amiruddin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Mining-Infrastructure-PT-Vale-Indonesia-Hasliana-Amiruddin.jpg)