Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Jeneponto Meningkat di Tahun 2022

Terhitung 25 kasus yang diterima Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Jeneponto.

Tribun Timur Muh. Agung Pratama
kantor DP3A Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan. 

JENEPONTO, TRIBUN-TIMUR.COM -  Kasus kekerasan perempuan di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan (Sulsel), meningkat di tahun 2022.

Terhitung 25 kasus yang diterima Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Jeneponto.

Di antaranya, kasus pemerkosaan hingga Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

"25 kasus, ini di dalam ada pemerkosaan, KDRT, penelantaran dan lainnya," ujar bagian Pemeriksaan Perempuan dan Anak DP3A Jeneponto, Endang saat ditemui di Kantornya, Selasa, (20/12/2022).

Pada tahun 2021, sebanyak 20 kasus yang diterima oleh pihaknya.

Namun, kasus yang paling mendominasi hingga kini adalah pelecehan terhadap anak.

"Itu pelecehan ada terus, tiap tahunki ada, baru memang korbannya anak kecil," ucapnya.

Menurutnya, banyak kasus kekerasan yang terjadi pada perempuan, namun tidak dilaporkan kepada pihak berwajib.

"Kayaknya masih banyak itu kejadian di luar cuma kita tidak tahu toh," ucapnya.

Ia juga menuturkan bahwa mayoritas pelaku kekerasan seksual merupakan orang terdekat korban.

"Biasanya orang terdekat, pokoknya orang disekitar kita yang keluar masuk di rumah kita, begitu rata-rata pelakunya," jelasnya.

Untuk menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak, DP3A Jeneponto terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat. 

Sebab, masih banyak masyarakat yang belum paham dan belum mengetahui peran DP3A.

"Tetap disosialisasikan ke masyarakat karena mungkin banyak juga orang yang kurang paham," ucapnya.

Laporan Kontributor Tribun-Timur.com, Muh Agung Putra Pratama

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved