Tahun Baru 2023

Sambut Tahun Baru, Warga Desa Latimojong Enrekang Gelar Panjat Pisang

Lomba panjat pisang yang berlangsung di kawasan wisata Sivin Camp, Dusun Karangan ini dibagi dua kategori, dewasa dan anak-anak.

Penulis: Erlan Saputra | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM/ERLAN SAPUTRA
Keseruan warga ikuti lomba panjat pisang di Desa Latimojong, Kecamatan Buntu Batu, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, Minggu (11/12/2022). 

TRIBUN-TIMUR.COM, ENREKANG - Keseruan warga mengikuti lomba panjat pisang di Desa Latimojong, Kecamatan Buntu Batu, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan (11/12/2022).

Lomba panjat pisang yang berlangsung di kawasan wisata Sivin Camp, Dusun Karangan ini dibagi dua kategori, dewasa dan anak-anak.

Adapun kegiatan ini diselenggarakan oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Sirandepala dan Komunitas Pemuda Karangan (Kompak).

Pantauan TribunEnrekang.com, kekocakan pun tampak terlihat saat peserta lomba berusaha memanjat batang pohon yang telah digantung dengan model terbalik.

Tak hanya itu, batang pisang yang dilumuri oli bekas licin. Sehingga peserta lomba harus berusaha berjuang demi mendapatkan hadiah.

Penonton yang menyaksikan pun terlihat tertawa terbahak-bahak melihat tingkah lucu dari peserta lomba.

Peserta yang menang nantinya akan diberikan hadiah menarik dari panitia lomba, mulai dari alat tulis untuk anak-anak dan alat camping untuk orang dewasa.

Ketua panitia pelaksana, Ridwan mengatakan, kegiatan ini merupakan event pembuka untuk menyambut tahun baru 2023.

 "Jadi kegiatan ini berawal dari program Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Sirandepala yang bekerja sama dengan Komunitas Pemuda Dusun Karangan (Kompak) dan lapisan masyarakat," ujar Ridwan kepada TribunEnrekang.com.

Kegiatan ini sejatinya berlangsung sejak Sabtu dan berakhir Minggu (11-12/12/2022).

Dikatakan, meski pertama kali diselenggarakan, lomba-lomba tradisional ini akan menjadi program wajib kedepannya.

Dia menambahkan, dengan adanya kegiatan ini kiranya bisa menghidupkan kembali permainan tradisional rakyat yang kini mulai terlupakan.

Selain lomba panjat pisang, ada juga balap motor bambu untuk anak-anak. 

Kemudian, lomba tangkap itik kelas emak-emak, dan pukul bantal kelas anak-anak dan pria dewasa.

Menurut Ridwan, meski pertama kali dilaksanakan, kegiatan lomba tradisional ini akan menjadi program wajib kedepannya.

"Semoga kedepannya kita membuat kegiatan-kegiatan yang lebih besar lagi," tutupnya.(*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved