Alasan KPU Kocok Ulang Daerah Pemilihan dan Komposisi Kursi DPRD Makassar

Rancangan tersebut diusulkan berdasarkan kajian akademik dan juga berdasar pada prinsip penataan dapil.

TRIBUN-TIMUR.COM/WAHYUDIN TAMRIN
Komisioner KPU Makassar Gunawan Mashar. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Makassar merancang penataan daerah pemilihan (Dapil) untuk anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Makassar.

Ada dua rancangan dapil diusulkan KPU Makassar.

Rancangan tersebut diusulkan berdasarkan kajian akademik dan juga berdasar pada prinsip penataan dapil.

Demikian disampaikan Komisioner KPU Makassar Gunawan Mashar saat dikonfirmasi, Kamis (8/12/2022).

"Kita usulkan melihat naskah akademik sebelumnya," katanya.

Salah satu rancangan dapil yang diusulkan KPU Makassar adalah memindahkan Kepulauan Sangkarrang dari dapil dua ke dapil satu.

Gunawan menjelaskan pertimbangan ingin memindahkan Sangkarrang ke dapil satu berdasarkan naskah akademik.

Ia menyebutkan Pulau Lae Lae masuk di Kecamatan Ujung Pandang.

"Kalau di naskah akademik yang lalu kami melihat sementara pulau Lae Lae itu pertimbangan kohesivitanya. Sejarahnya kalau di naskah akademik sebelumnya. Bahwa pulau Lae Lae itu satu kesatuan dengan pulau yang lain di Sangkarrang," katanya.

Sementara saat ini, Sangkarrang masuk di Ujung Tanah. Sebab Ujung Tanah itu masuk di dapil 2. Ujung Tanah adalah kecamatan induknya Sangkarrang.

"Tapi ini kan masih usulan saja. Istilahnya sebagai pemantik untuk dimatangkan," katanya.

Adapun tujuh prinsip KPU dalam menata dapil dan alokasi kursi sebagai berikut.

Pertama, kesetaraan nilai suara.

Kesetaraan nilai suara merupakan upaya untuk meningkatkan nilai suara atau harga kursi yang setara antara satu dapil dan dapil lain.

Halaman
12
Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved