Minimalisir Banjir Makassar, BBWSPJ Sulsel Bakal Bangun Kolam Regulasi di Moncongloe

Kepala PPK Sumber Daya Air (SDA) BBWSPJ Sulsel Hasriani mengatakan, kolam regulasi tersebut untuk meminimalisir banjir yang terjadi di Kota Makassar

Penulis: Siti Aminah | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM
ilustrasi Banjir Makassar 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan-Jeneberang (BBWSPJ) Sulawesi Selatan akan membangun kolam retensi di daerah rawan banjir.

Rencananya, pembangunan kolam retensi ini ditempatkan di Moncongloe, Kabupaten Maros.

Kepala PPK Sumber Daya Air (SDA) BBWSPJ Sulsel Hasriani mengatakan, kolam regulasi tersebut untuk meminimalisir banjir yang terjadi di Kota Makassar.
 
Kolam tersebut diharapkan bisa mereduksi banjir yang ada di sekitar Kodam 3 Kecamatan Biringkanaya sebagai salah satu daerah langganan banjir.

"Kita ada perencanaan tentang pengendalian banjir di kota makassar, rencananya akan membuat kolam regulasi di kabupaten Maros di Moncongloe, itu untuk mereduksi banjir yang ada di sekitar Kodam 3," ucapnya saat ditemui di lokasi apel kesiapsiagaan bencana banjir Makassar, Selasa (6/12/2022).

Sekira 130 ha lahan atau luasan kolam retensi yang akan dibangun.

Kolam ini diprediksi memiliki kapasitas sama dengan Kolam Regulasi Nipa-nipa, kurang lebih 2,7 juta meter kubik.

Rencananya, proyek ini direalisasikan pada 2023 atau 2024 mendatang.

Dengan adanya kolam retensi itu diharapkan bisa mengurangi dampak banjir.

Baik terhadap luas genangan, lama genangan, maupun tinggi genangan 

Untuk penanganan jangka pendek, Balai Pompengan-Jeneberang kata Hasriani aktif melakukan normalisasi sungai. 

Misalnya di sungai Biring Jenne Kodam 3 Biringkanaya, kemudian di Sungai Sabbeng, Antang Kecamatan Manggala.

Timnya juga turun melakukan pemantauan setiap terjadi banjir.

"Pada saat banjir pun kami keliling, di Antang, Biring jenne, kami punya petugas yang bisa menginfokan dengan cepat ketinggian air di sungai sehingga kita bisa menyampaikan dengan cepat kepada masyarakat untuk siap siaga," tuturnya.

Disamping itu, upaya pengendalian banjir di Makassar sejauh ini telah dibantu dengan hadirnya Kolam Regulasi Nipa-nipa yang ada di Antang.

Kolam regulasi tersebut setidaknya mampu mereduksi banjir di wilayah Makassar sekira 30 persen.

"Ketika debit air tinggi itu kita tampung sementara (di nipa-nipa) untuk mengurangi banjir di Perumahan Bung dan sekitarnya," katanya.

Diketahui, Pemkot Makassar melakukan apel kesiapsiagaan dan simulasi tanggap darurat bencana.

Apel berlangsung di Anjungan Pantai Losari, Jl Penghibur Kecamatan Ujung Pandang, Selasa (6/12/2022).

Perwakilan BBWSPJ ikut hadir dalam agenda ini. (*) 

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved