Headline Tribun Timur

Muswil ICMI Sulsel Hanya 3 Jam

Dalam muswil ‘kilat’ ini, Prof Arismunandar kembali terpilih memimpin ICMI Sulsel untuk periode kedua.

Penulis: M Yaumil | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM/M YAUMIL
MUSWIL ICMI – Ketua Dewan Pakar Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Ilham Akbar Habibie membuka Muswil VI ICMI Sulsel di Islamic Center, Jl Agussalim, Kecamatan Ujung, Kota Parepare, Sabtu (26/11/2022). Mendampingi putra Presiden Ke-3 RI BJ Habibie membuka muswil, Sekjen ICMI Pusat Andi Yuliani Paris, Ketua ICMI Sulsel Prof Arismunandar, Wali Kota Parepare Taufan Pawe, disaksikan, antara lain, Ketua Dewan Pakar ICMI Sulsel Prof M Tahir Kasnawi, Sekretaris Dewan Pakar ICMI Sulsel Prof Dr Darussalam Syamsuddin, Bupati Wajo Amran Mahmud, Wakil Wali Kota Palopo Rahmat Masri Bandaso, Ketua ICMI Parepare Mahsyar Idris, Rektor ITH Parepare Prof Ansar Suyuti, FORKOPIMDA Parepare, pimpinan Ormas Islam dan perguruan tinggi, serta ratusan peserta utusan ICMI kabupaten/kota se-Sulsel. 

TRIBUN-TIMUR.COM, PAREPARE - Musyawarah Wilayah (Muswil) IV Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Sulawesi Selatan di Kota Parepare menjadi muswil tercepat.

Muswil di Auditorium BJ Habibie Rumah Jabatan Wali Kota Parepare, Jl Ahmad Yani, Minggu (27/11/2022) ini, berlangsung hanya tiga jam.

Dimulai dari pukul 09.00 hingga pukul 12.00 Wita.

Dalam muswil ‘kilat’ ini, Prof Arismunandar kembali terpilih memimpin ICMI Sulsel untuk periode kedua.

Aris mengatakan, muswil berjalan santai dan tidak ada hal-hal serius dipertentangkan menjadi alasan muswil berlangsung sangat cepat.

"Seluruh peserta berpendapat tidak ada hal-hal yang serius perlu dipertentangkan," katanya kepada Tribun-Timur.com.

Menurutnya, sudah menjadi tren dalam musyawarah dilakukan secara kilat.

Alasannya hal-hal inti sudah dibahas sebelumnya sehingga proses musyawarah mudah terlaksana.

"Jadi satu tren juga di dalam musyawarah bahwa kalau ada pembahasan-pembahasan yang sudah kita lakukan sebelumnya itu akan memudahkan proses inti dilakukan," jelasnya

Sebelum muswil, lanjut Prof Aris, telah dilakukan pra muswil sepekan yang lalu.

Dari pra muswil itu, tercetus beberapa kesepakatan seluruh peserta bahwa muswil akan membicarakan substansi bukan teknis.

"Satu minggu kami pra muswil di UIN Makassar. Itu menyepakati beberapa hal," ujarnya.

"Dari situ mungkin yang mendorong para peserta berpendapat tidak perlu-lah hal-hal yang terlalu teknis kita bicarakan karena itu sudah kita bahas sebelumnya," imbuhnya.

Menurutnya, soal-soal keputusan itu bisa dilakukan lebih cepat. Yang harusnya selesai sore, bisa diselesaikan siang.

Halaman
123
Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved