Muswil ICMI Sulsel

2 Program Andalan Ketua ICMI Sulsel Prof Arismunandar

Ada dua program andalan ICMI Sulsel yang akan dikerjakan Prof Arismunandar selama lima tahun kedepan.

Penulis: M Yaumil | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM/M YAUMIL
Prof Arismunandar kembali terpilih menahkodai ICMI Sulsel periode 2022-2027 pada Musyawarah Wilayah (Muswil) VI di Auditorium Bj Habibie Rujab walikota, Jl Ahmad Yani, Kecamatan Ujung, Kota Parepare, Sulawesi Selatan, Minggu (27/11/2022). Ada dua program andalan ICMI Sulsel yang akan dikerjakan Prof Arismunandar selama lima tahun kedepan. 

TRIBUNPAREPARE.COM, UJUNG - Prof Arismunandar kembali terpilih menahkodai ICMI Sulsel periode 2022-2027 pada Musyawarah Wilayah (Muswil) VI di Auditorium Bj Habibie Rujab walikota, Jl Ahmad Yani, Kecamatan Ujung, Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel), Minggu (27/11/2022).

Ada dua program andalan ICMI Sulsel yang akan dikerjakan selama lima tahun kedepan.

"SDM unggul. Ini salah satu program kita kedepan untuk membawa anak-anak kita menjadi unggul dan profesional kalau perlu unggul dan profesional berkelas dunia," katanya.

SDM yang unggul, yakni mereka yang dapat bersaing dengan lulusan lain.

Caranya, kata prof Arismunandar, dengan mendorong lulusan Indonesia untuk melanjutkan pendidikan di luar negeri.

Dengan begitu, tercipta iklim pendidikan yang mempunyai nilai daya saing baik di dalam negeri maupun luar.

"Adalah ketika ada lulusan sarjana kita bantu fasilitasi untuk melanjutkan pendidikan di luar negeri sehingga mempunyai daya saing dan itu tentu akan memberi manfaat yang besar pada bangsa kita ini," jelasnya.

Cara ini, didukung dengan program ICMI yang akan mendampingi para lulusan tersebut.

Program ini disebut program profesional kelas dunia.

Selain mereka yang lulusan S1, lulusan diploma, dan SMA pun dapat mencicipi program ICMI.

"Jadi program ICMI kedepan itu yang menyentu pada sasaran. Lulusan S1 atau S2 yang bisa kita dampingi untuk melanjutkan pendidikan diluar negeri," ujarnya.

"Kita juga menyiapkan program untuk anak-anak kita yang Diploma atau SMA untuk bisa bekerja di luar negeri itu yang saya sebut juga sebagai program profesional kelas dunia," tambahnya.

Dengan bekerja di luar negeri maka penghasilannya tentu lebih tinggi dibandingkan Indonesia.

"Mereka bekerja di luar negeri mereka di bayar dengan dollar. Tentu pendapatannya jauh lebih tinggi bisa jadi 10 kali lipat dibanding bila mereka bekerja di Indonesia," tuturnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved