Piala Dunia 2022
Masih Ingat Wasit Legendaris Collina ? Kini Punya Tugas Khusus di Piala Dunia 2022
Jelang bergulirnya Piala Dunia 2022 Qatar, Pierluigi Collina akan 'turun gunung' memastikan turnamen sepakbola terakbar itu berjalan lancar.
TRIBUN-TIMUR.COM - Pierluigi Collina namanya tentu tak asing bagi para penggemar sepakbola era 1990-an hingga 2000-an awal.
Jelang bergulirnya Piala Dunia 2022 Qatar, Pierluigi Collina akan 'turun gunung' memastikan turnamen sepakbola terakbar itu berjalan lancar.
Tapi bukan lagi bertugas sebagai pengadil lapangan di Piala Dunia 2022 Qatar, Pierluigi Collina memiliki peran lain.
Saat ini Pierluigi Collina menjabat sebagai kepala wasit FIFA dan mendapatkan tugas khusus memastikan para pengadil lapangan di Piala Dunia 2022 menjalankan tugas sebaik mungkin.
Dilansir dari Gulf Times, Sabtu (19/11/2022), wasit Piala Dunia 2022 telah diperintahkan untuk menindak permainan curang dalam upaya untuk melindungi pemain dari cedera.
Hal itu pun menjadi kewenangan kepala wasit FIFA Pierluigi Collina menjadi instruktur bagi wasit yang sudah ditunjuk di Piala Dunia 2022 ini.
Collina mengatakan bahwa semua 32 tim di Piala Dunia telah diperingatkan bahwa ofisial pertandingan di Qatar telah diinstruksikan untuk mengambil tindakan keras terhadap setiap pemain yang membahayakan lawan.
“Piala Dunia adalah turnamen terpenting di dunia dalam olahraga kami dengan pemain terbaik di dunia,” kata Collina.
“Akan disayangkan jika beberapa pemain ini tidak bisa bermain karena cedera yang disebabkan oleh lawan. Jadi pesan pertama kepada wasit kami adalah untuk melindungi keselamatan para pemain,” tambah wasit asal Italia itu.
Collina, yang secara luas dianggap sebagai wasit terhebat sepanjang masa.
Ia mngatakan pejabat wasit FIFA telah mengunjungi tim Piala Dunia 2022 di Qatar untuk memberi tahu mereka tentang arahan tersebut.
“Kami tidak ingin ada beberapa tantangan yang mungkin benar-benar membahayakan keselamatan pemain,” kata pria berusia 62 tahun itu.
“Setiap kali ada sesuatu yang dapat membahayakan keselamatan pemain, pelatih harus mengharapkan sanksi disipliner yang paling keras yaitu kartu merah," sambungnya.
Peringatan Collina datang empat tahun setelah jumlah total kartu merah yang dikeluarkan pada Piala Dunia 2018 di Rusia anjlok menjadi hanya empat total terendah di putaran final sejak 1978.
Sebanyak 10 kartu merah ditunjukkan pada final 2014 di Brasil, 17 di turnamen 2010 di Afrika Selatan dan 28 kekalahan di Piala Dunia 2006 di Jerman.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Ketua-komite-wasit-FIFA-Pierluigi-Collina-berbicara-tentang-Piala-Dunia-2022-Qatar.jpg)