Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Banjir Makassar

Biringkanaya dan Manggala Dikepung Banjir, 598 Warga Makassar Mengungsi

Pasca diguyur hujan selama satu hari, dua kecamatan di Makassar mengalami banjir, Kecamatan Biringkanaya dan Manggala.

Tayang:
Penulis: Siti Aminah | Editor: Muh. Irham
ist
Laporan situasi banjir di Kota Makasar. 

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar merilis perkembangan jumlah pengungsi di Kota Makassar.

Laporan tersebut dirilis pukul 19.00 WITA.

Pasca diguyur hujan selama satu hari, dua kecamatan di Makassar mengalami banjir, Kecamatan Biringkanaya dan Manggala.

Dari dua kecamatan tersebut, total ada 598 warga dari 181 KK yang mengungsi.

Terdiri dari 452 jiwa (143 KK) di Kecamatan Biringkanaya dan 146 jiwa (38 KK) di Kecamatan Manggala

Mereka tersebar di 9 titik pengungsian. Tiga diantaranya di Biringkanaya dan enam titik ungsian di Manggala.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar Achmad Hendra Hakamuddin dalam laporannya menuliskan, ada sembilan kelurahan yang terdampak banjir di Kecamatan Biringkanaya.

Antara lain di Kelurahan Katimbang tepatnya di Perumahan Kodam 3, Perumahan BTP Blok AF, Perumahan BTP Blok AE, dan Perumahan Grand Paccerakkang.

Selanjutnya di Kelurahan Paccerakkang, banjir terjadi di Komplek Buka Mata, Komplek Mangga 3, dan Kompleks Gubernur Sulsel.

Kemudian di Kelurahan Berua, banjir terjadi di Komplek Depag dan Komplek Berua Indah.

Titik selanjutnya di Kelurahan Laikang, mencakup tiga perumahan yakni Perumnas Sudiang, Bumi Permata Sudiang II , dan Permata Sudiang Raya.

Kelurahan Bulurokeng juga terdampak cuaca ekstrem tepatnya di Komplek Caddika.

Selanjutnya di Kelurahan Sudiang Raya banjir terjadi di Gelora Pa'jaiyyang.

Kemudian di Kelurahan Sudiang di Kompleks Puri Pate'ne.

Lalu Komplek Pa'i Kelurahan Pai, dan terakhir di Kelurahan Bakung tepatnya di Green Sudiang Residence dan Kompleks Tirasa.

Sementara itu, di Kecamatan Manggala, banjir terjadi di tiga kelurahan.

Yakni Kelurahan Antang tepatnya di Bukit Batu dan Kampung Baru.

Kelurahan Tamangapa di kampung Kajenjeng, Romang Tangaya dan Kampung Kajang.

Terakhir di Kelurahan Manggala tepatnya di Perumnas Antang Blok 8 dan 10, serta Komplek IDI.

"Adapun kebutuhan mendesak pengungsi ialah bantuan makanan siap saji, air bersih, tempat penampungan air bersih, obat-obatan dan vitamin, masker, paket kebersihan diri, perlengkapan tidur dan perlengkapan bayi," kata Achmad Hendra Hakamuddin.

Kronologi banjir disebabkan oleh hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat.

"Hujan lebat dan sangat lebat terjadi di wilayah Makassar disertai angin kencang," jelasnya 

Cuaca ekstrem ini diperkirakan terjadi hingga besok, Santu (19/11/2022).

Sesuai imbauan BMKG, warga diminta untuk waspada dan berhati-hati terhadap dampak bibit siklon tropis 94s yang berpotensi terjadi hujan lebat.

Juga dapat disertai dengan kilat atau petir dan angin kencang.

Untuk itu, BPBD Makassar kata Achmad Hendra telah menyiagakan SDM dan juga peralatan.

Diantaranya 60 personel, 1 truk serbaguna, tujuh perahu karet, 3 ambulans, 3 mobil lapangan, dan 3 mobil pick up. (*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved