Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Headline Tribun Timur

Penduduk Indonesia Terbanyak Keempat di Dunia

Terkait jumlah populasi dunia yang kian bertambah, PBB mewanti-wanti bahwa bakal ada lebih banyak ancaman serius yang dihadapi daerah-daerah.

Editor: Hasriyani Latif
AFP
Sekjen PBB Antonio Guterres. PBB sendiri memang sudah memprediksi bahwa populasi penduduk bumi akan mencapai 8 miliar pada Selasa (15/11/2022). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Populasi manusia atau jumlah penduduk dunia pada Selasa (15/11/2022) kemarin menembus angka 8 miliar orang.

Angka itu naik satu miliar dibandingkan pada 2011 yang tercatat tembus 7 miliar penduduk di dunia.

Setidaknya demikian data yang ditampilkan oleh laman resmi worldometer.

Worldometer merupakan situs web yang menyediakan sejumlah data tentang berbagai topik.

Situs tersebut juga menampilkan jumlah umat manusia secara real time.

Adapun metode perhitungan populasi yang ditampilkan itu bersumber dari data PBB dan Biro Sensus AS. 

Meski sifatnya adalah prediksi yang akurasinya tak 100 persen.

PBB sendiri memang sudah memprediksi bahwa populasi penduduk bumi akan mencapai 8 miliar pada Selasa (15/11/2022).

”Pada saat yang sama, ini adalah pengingat tanggung jawab kita bersama untuk merawat planet kita dan momen untuk merenungkan di mana kita masih gagal memenuhi komitmen kita satu sama lain,” kata Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres.

Jika dilihat data historis dari tahun ke tahun, rata-rata waktu untuk pertumbuhan 1 miliar penduduk membutuhkan waktu sekitar 12 hingga 13 tahun.

Berarti, angka 8 miliar ini juga menjadi rekor sejarah demografi dunia.

Terkait jumlah populasi dunia yang kian bertambah, PBB mewanti-wanti bahwa bakal ada lebih banyak ancaman serius yang dihadapi daerah-daerah terutama yang sudah mengalami kelangkaan sumber daya akibat perubahan iklim.

“Entah itu makanan atau air, baterai atau bensin, hanya sedikit yang bisa digunakan karena populasi global bertambah 2,4 miliar orang lagi pada tahun 2080-an,” demikian proyeksi PBB seperti dikutip Reuters.

Ancaman itu juga disampaikan Direktur Populasi dan Keberlanjutan di Pusat Keanekaragaman Hayati, Stephanie Feldstein.

Menurutnya, setiap orang membutuhkan bahan bakar, kayu, air, maupun tempat untuk pulang.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved