Dugaan Terbaru Dokter Forensik Soal Meninggalnya 1 Keluarga di Kalideres, Tewas Diracun
Ferryal Basbeth curiga, sebelum ditemukan meninggal, salah satu dari keluarga yang menjadi pelaku pembunuhan.
TRIBUN-TIMUR.COM - Dokter Forensik, dr Ferryal Basbeth yakin kasus kematian satu keluarga di Kalideres, Jakarta Barat bukan karena kelaparan.
Ferryal Basbeth curiga, sebelum ditemukan meninggal, salah satu dari keluarga yang menjadi pelaku pembunuhan.
Pelaku pembunuhannya itu ada di dalam keluarga itu dan juga sudah meninggal di tempat yang sama.
Jadi setelah membunuh satu rumah, pelaku itu kemudian bunuh diri.
Dirinya pun mengatakan, lambung keempat mayat itu kosong saat autopsi tidak serta merta menyimpulkan bahwa mereka mati kelaparan.
Sebab menurut dia, seseorang yang tewas karena kelaparan itu membutuhkan waktu.
Sebab orang yang koma dan tidak diberi apa-apa tanpa infus bisa meninggal dalam waktu 7 hari, tidak diberi makan dan minum, itu pun 7 hari mayat tidak akan busuk
Ia menegaskan, perlu dilakukan investigasi mendalam termasuk kapan terakhir kali tetangga melihat para korban.
Penyebab lainnya bukan kelaparan tapi bisa jadi karena racun. dr Ferryal mengatakan racun itu bisa masuk dari bermacam-macam
Dirinya tak yakin jika para korban itu meninggal karena kelaparan.
Kemudian ia juga mengurai soal pemeriksaan toksikologi dan hispatologi yang akan dilakukan kepada keempat mayat tersebut.
Kepolisian mengungkap fakta terbaru soal satu keluarga yang ditemukan tewas pada Kamis (10/11/2022) di Perumahan Citra Garden Satu Extension, Kalideres, Jakarta Barat.
Kanit Krimum Kepolisian Resor (Polres) Metro Jakarta Barat, Ajun Komisaris Avrilendy mengatakan, satu keluarga yang terdiri dari suami, istri, anak, dan ipar itu diduga meninggal di waktu yang tak bersamaan.
"Kalau kami lihat sepintas sih memang sudah kelihatan kondisinya berbeda. Ada dua orang yang mengering kan. Artinya sudah lama sedangkan yang dua masih proses pembusukan," kataAvrilendy dilansir dari TribunJakarta.com, Senin (14/11/2022).
Terakhir Avrilendy mengatakan jenazah yang pertama kali meninggal ialah sepasang suami istri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Dua-Petugas-berseragam-Hazmat-berada-di-kamar-rumah-satu.jpg)