Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Muhammad Fauzi, Politisi Tenang dan Sederhana

Suami Indah Putri Indriani, Muhammad Fauzi terpilih setelah meraih 63.076 suara di Daerah Pemilihan (Dapil) III Sulsel.

Tayang:
Penulis: Chalik Mawardi | Editor: Sudirman
TA Fauzi
Anggota DPR RI, Muhammad Fauzi bersalaman dengan warga Malangke dalam sebuah kunjungan belum lama ini. Muh Fauzi merupakan suami dari Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani. 

TRIBUNLUTRA.COM, MASAMBA - Muhammad Fauzi (54) merupakan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) periode 2019-2024 dari Fraksi Partai Golkar.

Abang Fauzi, sapaan akrabnya berkiprah di Senayan setelah terpilih pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 melalui Dapil Sulawesi Selatan (Sulsel) III.

Suami dari Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani tersebut terpilih setelah meraih 63.076 suara di Dapil III meliputi Kabupaten Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur, Pinrang, Sidrap, Enrekang, Toraja, Toraja Utara, dan Kota Palopo.

Kiprah Fauzi di lembaga legislatif bukan kali pertama, pada periode 2004-2009 dia juga tercatat sebagai Anggota DPR RI.

Namun ketika itu ia terpilih melalui Dapil Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) I atau daerah asal mendiang ayahnya.

Sebelum masuk parlemen, Fauzi semasa kuliah di Universitas Krisnadwipayana Jakarta tahun 1990-1994 aktif di organisasi kemahasiswaan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

Eksistensi Fauzi di organisasi hijau hitam tersebut terjaga sampai sekarang dan tercatat sebagai Presidium Majelis Wilayah (MW) Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Sulsel.

Perjalanan politik pria berkacamata itu dimulai saat bergabung dengan Partai Bulan Bintang (PBB) pasca reformasi.

Bersama Yusril Ihza Mahendra, MS Kaban, dan Hamdan Zoelva, Fauzi menjadi generasi pertama PBB. Ia mengikuti proses berdirinya PBB serta dinamika partai.

Fauzi bahkan pernah menjabat Ketua Umum Pemuda Bulan Bintang menggantikan Hamdan Zoelva.

Puncak karirnya di PBB ketika Fauzi menjadi anggota DPR RI periode 2004-2009.

Pemilu 2009, Fauzi memutuskan tidak maju. Ia memilih mendukung istrinya Indah Putri Indriani yang ketika itu pulang kampung ke Luwu Utara dan maju sebagai Caleg DPR RI di Dapil Sulsel III.

Berstatus politisi "pendatang baru", Indah Putri Indriani yang pada waktu itu mengendarai PBB gagal terpilih.

Namun siapa sangka, kegagalan itu menjadi awal dari kiprah cemerlang Indah Putri Indriani dikemudian hari.

Setahun setelah gagal di Pemilu, Indah Putri digandeng oleh Arifin Junaedi bertarung pada Pilkada Luwu Utara tahun 2010.

Pasangan Arifin Junaedi-Indah Putri Indriani yang kala itu mengusung tagline "ARIF" berhasil memenangkan pertarungan dua putaran dengan menyisihkan delapan pasang pesaingnya.

Jelang Pemilu 2014, Fauzi yang mulai dikenal publik Luwu Utara dan Luwu Raya didorong maju caleg. Salah satu yang getol mendorongnya adalah tokoh pemuda Malangke kala itu, Gonggang.

"Saya salah satu orang yang memaksa Abang Fauzi maju DPR RI pada waktu itu," kata Gonggang melalui sambungan telepon, Senin (14/11/2022).

Mengendarai Partai Gerindra, kiprah perdana Fauzi bertarung di kampung istri memang berakhir dengan kekalahan.

Namun perolehan suaranya tidak begitu mengecewakan. Dari tujuh Caleg Partai Gerindra di Dapil Sulsel III, Fauzi mendapat 31.992 suara.

Ia hanya kalah dari Andi Nawir 45.197 suara dan Felicitas Tallulembang 35.161 suara.

Setelah Pemilu, Fauzi kembali "bertarung" di kontestasi berbeda setahun kemudian.

Dimana pada tahun 2015, Fauzi mengawal sang istri Indah Putri Indriani yang memutuskan maju sebagai calon 01 Pilkada Luwu Utara.

Indah Putri Indriani yang berpaket dengan Wakil Ketua I DPRD Luwu Utara, Muh Thahar Rum dengan tagline "PINTAR" mampu menumbangkan pasangan Arifin Junaedi-Andi Abdullah Rahim.

Banyak kalangan menilai, kemenangan Pintar tidak lepas dari kemampuan Fauzi dalam meramu startegi politik yang "bermain dari belakang layar".

Saat istrinya menjabat bupati, Fauzi lebih banyak mengurus bisnis.

Pada awal tahun 2017, bungsu dari delapan bersaudara ini tiba-tiba "dipinang" untuk menduduki kursi Ketua DPD II Partai Golkar Luwu Utara.

Setelah mempertimbangkan, Fauzi bersedia dan kemudian terpilih secara aklamasi melalui Musyawarah Daerah (Musda) pada Maret 2017.

Ujian pertama Fauzi datang pada Pilgub Sulsel tahun 2018. Partai Golkar yang kala itu mengusung pasangan Nurdin Halid-Aziz Qahar Mudzakkar (NH-Aziz) melawan "kutukan" usungan Partai Golkar tidak pernah menang di Luwu Utara selama perhelatan Pilgub Sulsel.

Keraguan banyak orang dijawab tuntas oleh Fauzi dengan memenangkan NH-Aziz di Luwu Utara.

Pasangan NH-Aziz unggul jauh dari tiga pasangan lain dengan meraih 77.005 suara atau 53 persen dari total suara sah.

Meskipun kemenangan tersebut merupakan hasil kerja dari partai pengusung dan tim, namun peran penting Fauzi didalamnya punya pengaruh besar.

Keberhasilan Fauzi memenangkan NH-Aziz disebut-sebut sebagai salah satu pertimbangan petinggi Partai Golkar memberikannya satu slot di daftar caleg DPR RI Dapil Sulsel III pada Pemilu 2019.

Kepercayaan kepada Fauzi kembali dijawab dengan menjadi peraih suara terbanyak di internal Partai Golkar. Perolehan 63.076 suara milik Fauzi mengungguli enam kompetitornya di partai.

"Syukur alhamdulillah, khusus untuk warga di Dapil Sulsel III, terima kasih atas amanah yang telah diberikan kepada saya, mohon doa dan dukungannya. Ini adalah titik awal dari perjuangan merealisasikan titipan atau harapan dari masyarakat," ucap Fauzi Kamis (3/10/2019), dua hari setelah dilantik menjadi Anggota DPR RI periode 2019-2024.

Pada Pemilu 2019, Fauzi yang menjabat Ketua DPD II Partai Golkar Luwu Utara tidak hanya berhasil mendudukkan dirinya di Senayan.

Namun juga mampu mempertahankan status partai berlambang beringin sebagai pemenang Pemilu di Luwu Utara.

Perolehan kursi Partai Golkar di DPRD Luwu Utara bahkan bertambah satu, dari tujuh kursi menjadi delapan.

Cerita perjalanan politik Fauzi tak sampai di situ, Pilkada Luwu Utara 2020, sang istri Indah Putri Indriani kembali maju berpasangan Suaib Mansur.

Partai Golkar dibawah kendali Fauzi dan partai pengusung lain lagi-lagi memenangkan pertarungan.

Pasangan Indah Putri Indriani-Suaib Mansur dengan tagline "BISA' menang meyakinkan atas dua pasangan lain, yakni Muhammad Thahar Rum-Rahmat Laguni dan Arsyad Kasmar-Andi Sukma.

Semenjak dilantik menjadi Anggota DPR RI pada 2019 lalu, Fauzi sudah dipercaya duduk di tiga komisi berbeda, pertama di Komisi VIII, Komisi V, dan pernah di Komisi VII selama tiga pekan.

Secara perlahan dia juga mulai menjawab kepercayaan masyarakat dengan sejumlah program yang diperjuangkan.

Tak hanya itu, politisi yang doyan makan bakso ini juga kerap bersuara lantang mengkritisi kebijakan pemerintah yang tidak sesuai harapan rakyat.

Legislator tiga periode Partai Golkar Luwu Utara, Amir Makhmud memuji Fauzi sebagai politisi tenang dengan segudang program yang diturunkan ke daerah.

"Abang Fauzi ini orangnya tenang, dia kami sebut politisi tenang. Meski terlihat santai dan banyak diam, tapi sangat banyak program yang dibawa ke daerah, contoh program yang paling dirasakan masyarakat adalah bedah rumah. Itu belum termasuk program lainnya yang semua manfaatnya untuk masyarakat," kata Amir Makhmud.

Ribuan bedah rumah yang diperjuangan Fauzi untuk masyarakat Dapil Sulsel III adalah program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BPSP) dari Kementerian PUPR.

Dimana program ini sudah dirasakan manfaatnya oleh penerima yang memang membutuhkan.

"Kami bisa memiliki rumah yang lebih layak setelah mendapat bantuan bedah rumah dari aspirasi Abang Fauzi," tutur Kadek, warga Desa Subur, Kecamatan Sukamaju Selatan, Luwu Utara penerima BPSP.

Banjir bandang yang memporak-porandakan Masamba, Ibu Kota Luwu Utara dan beberapa desa pertengahan tahun 2020 juga mendapat perhatian khusus dari Fauzi.

Guna mempercepat pemulihan, Fauzi aktif di pusat mencari anggaran yang bisa dibawa ke Luwu Utara.

Kecuran bantuan senilai Rp 44,8 miliar dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk pembangunan 897 Hunian Tetap (Huntap) bagi korban banjir bandang Luwu Utara tidak lepas dari perjuangan seorang Fauzi.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Muhammad Fauzi, kami tahu bahwa sejumlah bantuan khususnya dari BNPB dan Kemensos saat bencana dan pasca bencana adalah hasil perjuangan beliau saat masih di Komisi VIII DPR RI," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Luwu Utara Muslim Muchtar.

Selain itu, masih banyak bantuan yang turun ke Luwu Utara lewat perjuangan Fauzi. Misalnya pembangunan sejumlah ruas jalan di Masamba serta jalan dan jembatan di Desa Radda. Jembatan gantung di Desa Beringin Jaya, program Wisata Desa Poreang dan banyak lagi.

Teranyar, Fauzi punya andil besar atas turunnya bantuan pembangunan rumah susun atau asrama di Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Balebo, Kecamatan Masamba yang rencananya dibangun dengan anggaran Rp 7 miliar.

"Memang kami sangat membutuhkan rusun untuk dijadikan asrama santri, apalagi kami baru saja tertimpa musibah kebakaran," kata Direktur Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Balebo Uztad, Untung Sunardi.

Sementara itu, Fauzi menekankan, bantuan yang turun atas aspirasinya tidak hanya berpusat di Luwu Utara.

Beberapa program dari dia juga diberikan kepada masyarakat daerah lain yang ada di Dapil Sulsel III.

Khusus bantuan pasca banjir bandang Luwu Utara, sebut dia memang sudah selayaknya turun.

Dirinya hanya membantu memfasilitasi agar pemulihan pasca bencana di daerah berjuluk Bumi Lamaranginang dapat segera dituntaskan.

"Jadi bukan karena saya berasal dari Luwu Utara, tapi karena di Luwu Utara memang terjadi bencana yang membutuhkan perhatian kita semua," ujar Fauzi.

Ayah Zalika Rasheedah Putri dan Naura Matari Ramadani mengatakan, rehabilitasi pasca bencana di daerah memang membutuhkan peran dari pemerintah pusat, sebab anggaran daerah terbatas.

"Kalau kita hanya mengandalkan daerah tentu tidak akan cukup karena rehabilitasi pasca bencana itu butuh anggaran yang cukup besar. Olehnya itu pemerintah pusat harus terlibat membantu daerah melalui anggaran APBN," papar Fauzi.

Selain infrastruktur, Fauzi juga punya perhatian besar terhadap kemajuan olahraga, khususnya di daerahnya. Juga perhatian kepada organisasi pemuda dan masyarakat di daerahnya.

Perhatian Fauzi terhadap dunia olahraga dibuktikan dengan menggelar berbagai lomba, misalnya sepakbola, bola voli hingga pertandingan domino.

Perhatian Fauzi juga ditujukan kepada atlet Luwu Utara berprestasi atau peraih medali pada gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulsel 2022 dengan menyiapkan bonus.

Tak sampai di situ, ia bahkan turun langsung mengurus cabang olahraga dengan menjadi Ketua Umum Pengcab Persatuan Berburu dan Menembak Seluruh Indonesia (Perbakin) Luwu Utara.

Lewat sentuhan Fauzi, Luwu Utara untuk pertama kali mampu meloloskan atlet menembak ke Porprov.

Hebatnya lagi, atlet menembak Luwu Utara berhasil membawa pulang medali perunggu setelah trio Arfa, Iwan, dan Ardi juara tiga di nomor beregu 25 meter.

Sekretaris Perbakin Luwu Utara, Muhtar Jaya mengatakan, prestasi yang didapat atletnya di Porprov berkat dukungan penuh Fauzi selaku ketua.

"Pencapaian ini tidak lepas dari dukungan dan perhatian yang luar biasa dari ketua umum kami Bapak Muhammad Fauzi, meskipun beliau punya kesibukan luar biasa, tapi masih bisa memberikan perhatian khusus kepada atlet Perbakin," tuturnya.

Bicara tentang Fauzi mungkin tak lengkap jika tidak menyinggung kesederhanaan.

Berstatus anggota DPR RI dan suami bupati, kesederhanaan Fauzi tak pernah luntur.

Ia tidak pernah membatasi diri bergaul dengan siapa saja, mulai pejabat negara hingga petani jadi teman dekatnya, termasuk anggota komunitas Vespa dan burung berkicau yang banyak dekat dengan dirinya.

Kegemaran Fauzi yang juga dinilai menggambarkan kesederhanaan dirinya adalah kebiasaannya makan bakso di gerobak pinggir jalan.

Ngebakso di pinggir jalan merupakan hal rutin yang dilakukan Fauzi, baik saat berada di Jakarta maupun Luwu Utara.

Biodata Singkat:

Nama: Muhammad Fauzi, SE

TTL: Jakarta, 6 September 1968

Istri: Indah Putri Indriani SIP., MS.i

Anak:

1. Zalika Rasheedah Putri Fauzi

2. Naura Matari Ramadani Fauzi

Alamat: Desa Saptamarga, Kecamatan Sukamaju, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan

Pekerjaan:

1. Anggota DPR RI Fraksi PBB Periode 2004-2009

2. Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar Periode 2019-2024

3. Direktur Utama PT Ayashi Jafana tahun 2010-sekarang

4. Accounting Proyek PT Kokoh Semesta tahun 1996-1999

Pendidikan: SD

1. SD Muhammadiyah Jakarta (1978-1984)

2. SMP Muhammadiyah Jakarta (1984-1987)

3. SMA 1 Cawang Baru (1987-1990)

4 S1 Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Krisnadwipayana (1990-1994)

Organisasi:

1. Pengurus DPP Partai Golkar peridoe 2019-2024

2. Wakil Ketua NU Luwu Utara

3. Presidium MW KAHMI Sulsel periode 2022-2027

4. Ketua Pengcab Perbakin Luwu Utara tahun 2018-sekarang

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved