BRI Permudah Fasilitas Pendanaan untuk Dukung Perseroan Perorangan pada UMKM

BRI mendukung konsep perseroan perorangan pada UMKM dengan mempermudah pelaku usaha mengakses layanan perbankan.

DOK. Humas BRI
Direktur Utama BRI Sunarso dalam acara Diskusi Taman BRI bertema “Akseptabilitas Perseroan Perorangan Untuk Mengakses Layanan Perbankan Dalam Rangka Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Usaha Mikro & Kecil (UMK)" yang digelar bersama Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) dan berkolaborasi dengan BRI Research Institute di Taman Kantor Pusat BRI, Jakarta, Jumat (4/11/2022). 

TRIBUNTIMUR.com – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) terus berkomitmen membangun perekonomian nasional melalui pemberdayaan usaha mikro kecil menengah (UMKM).

Hal tersebut sejalan dengan upaya BRI mendukung cita-cita pemerintah dalam memfasilitasi pelaku usaha, khususnya para pelaku usaha mikro kecil (UMK) mengembangkan usaha.

Paling baru, BRI mendukung adanya konsep perseroan perorangan akan semakin mempermudah para pelaku UMK mengakses berbagai layanan perbankan.

Konsep tersebut telah didorong pemerintah secara formal melalui Undang-undang (UU) Cipta Kerja yang telah mengatur peraturan itu.

UU Cipta Kerja menyebutkan, saat ini dimungkinkan bagi pelaku usaha untuk mendirikan perusahaan dengan hanya satu pendiri.

Hal ini tentu sangat relevan bagi UMK yang banyak dari mereka hanya bersifat usaha perseorangan.

Terkait hal itu, BRI mengadakan acara Diskusi Taman BRI bertema “Akseptabilitas Perseroan Perorangan Untuk Mengakses Layanan Perbankan Dalam Rangka Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Usaha Mikro & Kecil (UMK)" di Taman Kantor Pusat BRI, Jakarta, Jumat (4/11/2022).

Acara itu digelar bersama Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) dan berkolaborasi dengan BRI Research Institute.

Pada kesempatan tersebut, Direktur Utama BRI Sunarso menekankan pentingnya UMKM bagi perekonomian Indonesia. Sebab, UMKM merupakan sektor yang menyerap tenaga kerja paling tinggi di Indonesia.

Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) (2019), UMKM menyumbang 99,9 persen dari total usaha di Indonesia dan menyerap kurang lebih 119,6 juta tenaga kerja atau 96,92 persen dari total angkatan kerja.

“Data BRI menunjukkan bahwa setiap satu nasabah KUR rata-rata mempekerjakan tiga orang. kami sekarang punya delapan juta nasabah KUR. Oleh karena itu, sudah lebih dari 24 juta tenaga kerja yang diserap,” ujarnya dalam siaran pers, Senin (7/11/2022).

Sunarso mengatakan, sumbangsih UMKM yang tinggi pada perekonomian nasional ini perlu diapresiasi dengan cara memberikan edukasi dan pengembangan terhadap UMKM.

Salah satunya dengan memberikan pelayanan perbankan kepada nasabah perseroan perorangan dalam bentuk fasilitas kredit maupun pengembangan produk perbankan yang disesuaikan.

Acara Diskusi Taman BRI bertema “Akseptabilitas Perseroan Perorangan Untuk Mengakses Layanan Perbankan Dalam Rangka Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Usaha Mikro & Kecil (UMK)
Acara Diskusi Taman BRI bertema “Akseptabilitas Perseroan Perorangan Untuk Mengakses Layanan Perbankan Dalam Rangka Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Usaha Mikro & Kecil (UMK)" yang digelar BRI bersama Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) dan berkolaborasi dengan BRI Research Institute di Taman Kantor Pusat BRI, Jakarta, Jumat (4/11/2022). (DOK. Humas BRI)

Langkah tersebut pun didukung Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkum HAM) Yasonna H Laoly yang turut hadir dalam diskusi tersebut.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved