SYL Sebut Pertumbuhan Pertanian di Indonesia Maju dan Jadi Bantalan Ekonomi Nasional

SYL menyebutkan, PDB Triwulan II 2020 tumbuh 16,24% yang menjadi penyelamat pertumbuhan ekonomi nasional karena pertumbuhan PDB sektor lainnya minus.

Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Ari Maryadi
Humas Kementerian Pertanian
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) berkunjung ke Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sulawesi Selatan, di Kota Makassar, Sabtu (5/11/2022). 

TRIBUNTIMUR.COM, MAKASSAR - Pembangunan pertanian dalam tiga tahun terakhir ini telah tumbuh dengan kemajuan pesat.

Bahkan selama pandemi Covid-19, sektor pertanian menjadi bantalan perekonomian nasional. 

Hal ini disampaikan oleh Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo (SYL) saat berkunjung ke Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sulawesi Selatan, di Kota Makassar, Sabtu (5/11/2022).

SYL menyebutkan, PDB Triwulan II 2020 tumbuh 16,24 persen yang menjadi penyelamat pertumbuhan ekonomi nasional karena pertumbuhan PDB sektor lainnya minus.

Sementara itu, nilai ekspor 2021 mencapai Rp 625,04 triliun atau meningkat 38,69 % dibandingkan tahun 2020.

Ia juga menyebutkan daya beli petani juga membaik yakni NTP terus meningkat dan bahkan Januari-Maret 2022 di atas 108.

"Ketersediaan pangan strategis selama tahun 2020 sangat baik dan berlanjut hingga tahun 2021," tuturnya.

Ia menjelaskan Posisi stok beras pada akhir Desember 2020 mencapai 7,39 juta ton.

Sedangkan pada akhir Desember 2021 masih tersedia stok sebesar 9,63 juta ton.

"Sehingga, dalam 3 tahun terakhir Indonesia tidak impor beras," tegasnya.

Bahkan berkat capaian pembangunan pertanian, kata dia, Indonesia berhasil kendalikan inflasi. 

"Sampai Oktober 2022, inflasi di Indonesia masih terkendali 5,71 persen dan ini terendah di dunia. Turki inflasinya 83,45 persen, Argentina 83 persen, Amerika pun inflasi mengalami inflasi tertinggi tertinggi 40 tahun terakhir ini. Inflasi Indonesia bisa seperti ini karena pertaniannya," imbuh SYL.

Oleh karena itu, Mentan SYL menegaskan peningkatan peran BPTP ke depannya ini sangat penting untuk memperkuat pembangunan pertanian guna menghadapi ancaman krisis global.

SYL menyebutkan, BPTP sebagai unit pelaksana teknis Badan Standarisasi Instrumen Pertanian Kementerian Pertanian (Kementan) memiliki tugas utama memproduksi bibit atau benih sebanyak-banyaknya dan selanjutnya melakukan kegiatan pengembangan pangan. 

"Namun demikian mengurusi pertanian pun sangat kompleks, tidak sekedar menghasilkan benih, tapi harus memikirkan juga proses bisnisnya," katanya dalam rilis yang diterima Tribun Timur.

Oleh karena itu, SYL menekankan peran penting BPTP ke depannya harus mampu mempersiapkan inovasi budidaya pertanian yang praktis bagi masyarakat dalam memperoleh produksi dan pendapatan yang tinggi, selain bibit. 

Misalnya, BPTP memiliki inovasi kandang percontohan ternak ayam berskala ekonomi dan konsep pemanfaatan lahan pekarangan.(Nurul)

Sumber: Tribun Ternate
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved