Satgas PPKS Unhas

Jangan Lale di Kampus, Unhas Punya Satgas Antikekerasan Seksual Dipimpin Prof Farida Patittingi

Satgas PPKS Unhas diharapkan menjadi contoh bagi masyarakat untuk menegakkan aturan dan hukum berkaitan dengan kasus kekerasan seksual.

Editor: AS Kambie
Courtesy: Supratman Supa Athana/Kabag Humas Unhas
Rektor Unhas Prof Dr Ir Jamaluddin Jompa melantik Prof Dr Farida Patittingi beserta jajarannya sebagai Ketua dan sekretaris serta anggota Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual Lingkup Kampus Unhas di Ruang Senat Lantai 2, Kampus Tamalanrea, Makassar, Jumat (4/11/2022). Pelantikan Prof Farida Patittingi bersama 10 anggota timnya diharapkan menjadi contoh bagi masyarakat untuk menegakkan aturan dan hukum berkaitan dengan kasus kekerasan seksual. 

SATGAS PENCEGAHAN DAN PENANGANAN KEKERASAN SEKSUAL LINGKUP KAMPUS UNHAS:

- Prof Dr Farida Patittingi SH MHum (Ketua Satgas)
 - Dr Iskandar SSos MSi (Sekretaris Satgas)
 - Prof Dr Nursini SE MA (Anggota)
- Dr Ir Mardiana Ethrawaty Fachry MS (Anggota)
- Dr Ir Aslina Asnawati SPt MSi IPM ASEAN Eng (Anggota)
- Muhammad Rizal SS MHum (Anggota)
- Qaiatul Muallima (Anggota)
- Nanda Yuniza Eviani (Anggota)
- Nurul Auliya Amin (Anggota)
- Mutiara Humaerah Mahbubah Abdullah (Anggota)
- Muh Widyachasan Warisman (Anggota)


TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Universias Hasanuddin kini punya petugas khusus yang akan memantau tindak-tanduk sivitas akademika dalam kampus.

Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual Unhas ( Satgas PPKS Unhas ) Kampus atau Satgas Unhas untuk pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di lingkup kampus itu juga siap menerima laporan dari siapapun yang merasa dilecehkan dalam kampus.

“Sejak lama Unhas memberikan perhatian terhadap pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di lingkup Unhas. Dengan terbentuknya satgas ini, Unhas memiliki perangkat resmi dan sesuai aturan sehingga dapat memudahkan melakukan kerja pencegahan dan penanganan secara cepat dan tepat,” jelas Rektor Unhas Prof Dr Ir Jamaluddin Jompa.

SATGAS UNHAS - Rektor Unhas Prof Dr Ir Jamaluddin Jompa bersama Ketua Satgas atuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual Lingkup Kampus Prof Dr Farida Patittingi beserta jajarannya salam antikekerasan seksual usai pelantikan dan pengukuhan di Ruang Senat Lantai 2, Kampus Tamalanrea, Makassar, Jumat (4/11/2022). Unhas memiliki perangkat resmi dan sesuai aturan sehingga dapat memudahkan melakukan kerja pencegahan dan penanganan secara cepat dan tepat.
SATGAS UNHAS - Rektor Unhas Prof Dr Ir Jamaluddin Jompa bersama Ketua Satgas atuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual Lingkup Kampus Prof Dr Farida Patittingi beserta jajarannya salam antikekerasan seksual usai pelantikan dan pengukuhan di Ruang Senat Lantai 2, Kampus Tamalanrea, Makassar, Jumat (4/11/2022). Unhas memiliki perangkat resmi dan sesuai aturan sehingga dapat memudahkan melakukan kerja pencegahan dan penanganan secara cepat dan tepat. (Courtesy: Supratman Supa Athana/Kabag Humas Unhas)

Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual Kampus Unhas atau Satgas PPKS Unhas tersebut diketuai Prof Dr Farida Patittingi.

Dalam menjalankan tugas sebagai Satgas Unhas untuk pencegahan dan penanganan kekerasan seksual dalam kampus, Prof Dr Farida Patittingi didampingi satu sekretaris dan sembilan anggota tim.

atuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual Lingkup Kampus Unhas dilantik oleh Rektor Universitas Hasanuddin Prof Dr Ir Jamaluddin Jompa MSc di Ruang Senat Lantai 2, Kampus Tamalanrea, Makassar, Jumat (4/11/2022).

Dalam pidato pelantikan dan pengukuhan itu, Prof JJ menyampaikan apresiasi dan komitmen atas terbentuknya satuan tugas pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di lingkungan Unhas.

Menurut Prof JJ, pelantikan 11 orang satgas tersebut diharapkan menjadi contoh bagi masyarakat untuk menegakkan aturan dan hukum berkaitan dengan kasus kekerasan seksual.

“Ini merupakan kewajiban kita semua, kasus pelanggaran kekerasan seksual sangat tinggi di kehidupan masyarakat. Setidaknya lebih dari 338 ribu kasus berkaitan dengan hal ini dan masih ada 60 persen yang tidak melaporkan apa yang dialami. Perguruan tinggi menjadi salah satu wilayah yang rawan terjadinya kekerasan seksual, olehnya itu diperlukan komitmen kuat untuk bersama sama mencegah hal tersebut,” jelas Prof JJ.

Secara umum, pembentukan Satgas PPKS Unhas telah melewati proses seleksi dengan persyaratan yang telah ditetapkan oleh peraturan yang ada.

Menurut Kepala Bagian Humas Unhas Supratman Supa Athana SS MSc PhD, Satgas PPKS Unhas dibentuk oleh panitia seleksi khusus.

Sebelumnya, telah dilakukan sosialisasi kepada sivitas akademika di lingkup Unhas untuk meningkatkan 'awareness' keberadaan satgas dan upaya pencegahan kekerasan seksual.(*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved