Jangkau Kawasan 3T, BRI Berdayakan Ekonomi Masyarakat di NTT

BRI memperkuat perekonomian nasional dengan terus mengoptimalkan potensi ekonomi di kawasan 3T, salah satunya di NTT.

DOK. Humas BRI
BRI terus mendorong dan memperkuat perekonomian nasional dengan terus mengoptimalkan potensi ekonomi di kawasan Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T), salah satunya di Nusa Tenggara Timur (NTT). 

TRIBUNTIMUR.com – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) terus mendorong dan memperkuat perekonomian nasional dengan terus mengoptimalkan potensi ekonomi di kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Salah satu yang dilakukan adalah melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Direktur Bisnis Mikro BRI Supari mengatakan, pemberdayaan ekonomi tersebut menjadi salah satu strategi menciptakan nilai ekonomi dan sosial bagi masyarakat di seluruh penjuru negeri.

Program-program BRI yang dirancang terbukti mengangkat ekonomi masyarakat dan memiliki dampak positif terhadap aspek sosial yang besar.

“Kami sudah memiliki framework pemberdayaan yang baku, yang sudah menunjukan hasil yang signifikan,” ujarnya dalam siaran pers, Rabu (2/11/2022).

Supari menyebutkan, model pemberdayaan BRI tersebut cocok dengan pelaku usaha mikro dan ultra mikro. Pihaknya pun sudah mempunyai modul dari literasi basic sampai digital.

Keberhasilan program pemberdayaan BRI di NTT salah satunya adalah Agen BRILink Afentinus Janor di Pasar Inpres Batu Cermin Labuan Bajo.

Awal mula Afentinus menjadi Agen BRILink dilatarbelakangi pengalaman kesulitan mendapatkan akses layanan keuangan di wilayahnya.

Afentius yang merupakan nasabah BRI itu sudah menjadi Agen BRILink sejak 2019. Mulanya, ia mengakses Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Kantor BRI Unit Labuan Bajo sebesar Rp 10 juta.

Hingga sekarang, dia telah naik kelas dan mendapatkan pinjaman atau kredit komersial sebesar Rp 650 juta.

Pinjaman tersebut digunakan untuk modal membeli barang dagangan dan keperluan menjadi agen.

Transaksi yang dilakukan utamanya adalah pencairan program bantuan pemerintah, tarik tunai, transfer BRI, transfer antarbank, pembayaran cicilan, dan pembayaran tagihan.

Adapun transaksi tarik tunai yang dilakukan mulai dari Rp 100.000 hingga Rp 60 juta, sedangkan untuk transfer kisaran Rp 50.000 sampai dengan lebih dari Rp 50 juta.

BRI terus mendorong dan memperkuat perekonomian nasional dengan terus mengoptimalkan potensi ekonomi di kawasan Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T), salah satunya di Nusa Tenggara Timur (NTT).
BRI terus mendorong dan memperkuat perekonomian nasional dengan terus mengoptimalkan potensi ekonomi di kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), salah satunya di Nusa Tenggara Timur (NTT). (DOK. Humas BRI)

Agen BRILink Afentinus juga menyediakan mesin electronic data capture (EDC) dan Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) sehingga masyarakat dapat melakukan pembayaran nontunai.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved