Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

PSM Makassar

Duet Everton-Pluim Mulai Sehati

Pemain Brazil dan Belanda ini jadi tandem di empat laga PSM. Sayang keduanya tidak bisa bermain bersama di enam laga.

Penulis: Kaswadi Anwar | Editor: Muh. Irham
twitter
Pemain PSM, Everton Nascimento-Willem Jan Pluim 

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Duet Everton Nascimento-Willem Jan Pluim di lini depan PSM Makassar mulai sehati. Dua pemain ini telah mencatatkan enam gol dan empat assist. Masing-masing Everton dan Pluim cetak tiga gol dan dua assist.

Pemain Brazil dan Belanda ini jadi tandem di empat laga PSM. Sayang keduanya tidak bisa bermain bersama di enam laga.

Sebab, Everton alami cedera dan kembali ke Brazil menjemput keluarganya untuk dibawa ke Indonesia. Sedangkan Pluim harus menjalani sanksi lima pertandingan dari Komdis PSSI.

Namun, secara konektivitas, Everton-Pluim terlihat semakin membaik. Hal yang tak terjalin bagus ketika bermain di turnamen pramusim, Piala Presiden.

Silih berganti keduanya melayani di lini depan. 

Pluim sebagai kreator serangan lapangan tengah mulai mengerti bola-bola diinginkan Everton di muka gawang.

Sedangkan Everton, tak sungkan menjemput bola dan memberikan kepada Pluim jika berada lebih dekat dari gawang lawan.

Keduanya pernah terlibat dalam gol PSM ketika menang 2-1 dari PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo, Sabtu (23/7/2022).

Kala itu, Everton berhasil merebut bola dari Bagus Nirwanto lalu mendrible ke garis 16 PSS. Lalu lepas umpan ke Pluim yang berdiri bebas.

Dengan tenang, Pluim menyelesaikan umpan Everton dengan sempurna. Bola ditendang ke sisi kanan PSS dan tidak bisa  dijangkau kiper PSS, M Ridwan.

Pengamat sepak bola, Syamsuddin Umar melihat duet Everton-Pluim kian padu. Dalam satu tim, memang dibutuhkan tandem dalam hal finishing.

"Kelihatan sekali Pluim dan Everton kian padu, karena memahami dan punya visi cukup bagus, seirama. Sehingga hanya diperlukan yang mana bisa mensuplai bola di lapangan tengah," katanya Senin (31/10/2022).

Syamsuddin Umar mengingatkan,  Pluim harus fokus di depan, jangan terlalu bermain ke belakang.

Pemain nomor punggung 80 itu bagaimana menunggu bola untuk dimanfaatkan jadi gol atau memberikan assist.

Kalau terlalu belakang lagi mengatur serangan lalu ke depan melakukan finishing, itu terlalu berat buat Pluim 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved