Pungutan
Dituding Lakukan Pungutan ke Orangtua Siswa, Kepala SMPN 1 Binamu Jeneponto: Sudah Dikembalikan
Hal itu disampaikan orang tua siswa berinsial M. Ia mengatakan pihak komite berinisial H meminta sumbangan sebesar Rp50 ribu per orang.
Penulis: Muh. Agung Putra Pratama | Editor: Muh. Irham
JENEPONTO,, TRIBUN-TIMUR.COM - Pihak Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Binamu, di Jl Sultan Hasanuddin, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan meminta sumbangan kepada orang tua siswa untuk merenovasi pagar tembok sekolah yang roboh.
Hal itu disampaikan orang tua siswa berinsial M. Ia mengatakan pihak komite berinisial H meminta sumbangan sebesar Rp50 ribu per orang.
H juga meminta agar uang tersebut bisa terkumpul di bulan november.
"Komite sekolah meminta Rp50 ribu per orang untuk biaya pembangunan pagar tembok sekolah," kata M yang enggan disebutkan namanya, Kamis (27/19/2022).
Ia mengaku heran, pembangunan rehab pagar sekolah dibebankan kepada orang tua siswa.
Padahal menurutnya, seluruh fasilitas sekolah sudah memiliki anggaran khusus.
"Saya kira untuk pembangunan pagar tembok sekolah ada sendiri anggaranya, namun ini masih dibebankan terhadap orang tua siswa," ujarnya
Pihak komite sekolah juga meminta agar uang tersebut disetor ke wali kelas masing-masing.
"Uang tersebut disetor atau diserahkan langsung di wali kelas masing-masing, mulai dari kelas 7, 8 dan 9,"kutipnya
Dikonfirmasi terpisah, Jumat (28/10/2022), Kepala Sekolah (Kepsek) SMPN 1 Binamu, Malliliang kepada Tribun-timur.com mengaku telah mengembalikan uang tersebut.
Ia bahkan ditelepon oleh seorang dewan untuk menghentikan dugaan pungutan itu.
"Iye sudah nda adami, saya sudah kembalikan, saya ditelepon salah satu anggota dewan dia bilang hentikan itu," ujarnya usai sholat Jumat di Masjid Agung Jeneponto.
Ia juga menambahkan bahwa dewan tersebut akan membantunya merehab pagar sekolah yang telah roboh.
"Ada anggota dewan alumni SMP 1, dia bilang kalau perlu saya nyumbang sendiri," ucapnya menirukan perkataan dewan yang belum diketahui identitasnya.
Namun ia tetap membantah jika dirinya melakukan pungutan kepada orang tua siswa.
"Bukan saya yang tangani, kalau saya yang tangani beranika tanggung jawab," pungkasnya.(*)