Takalar

Pemkab Takalar Kini Fokus ke Pariwisata, Ingin Tingkatkan Ekonomi Warga

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Takalar berfokus pada sektor pariwisata. Apalagi Takalar merupakan daerah penyengga Kota Makassar

Tribun Timur
Bupati Takalar, Dr H Syamsari Kitta menjadi narasumber di Podcast Tribun Timur spesial HUT ke-353 Sulawesi Selatan (Sulsel), Rabu (26/10/22) malam 

TAKALAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Takalar berfokus pada sektor pariwisata. Apalagi Takalar merupakan daerah penyengga Kota Makassar.

Sehingga, Bupati Takalar, Syamsari Kita  mendorong parawisata untuk meningkatkan perekonomian.

Dia mengaku secara spesifik, Takalar berkontribusi tumbuhnya parawisata di Sulsel. 

"Oleh karena itu inilah menjadi konsen utama kita. Termasuk dalam pemilihan ekonomi," ujarnya saat jadi narasumber di podcast Tribun Timur, dengan spesial  HUT ke-353 Sulawesi Selatan (Sulsel), tema Takalar Jadi Penyangga Parawisata Sulsel, Rabu (26/10/22) malam.

Menurut dia, pihaknya menekankan parawisata karena ini adalah investasi yang relatif mudah dijangkau. 

Selain itu kata dia, ini juga bisa dikombinasikan orang dengan financialnya.

Bahkan terkadang, menurutnya, tidak menekankan kepada financialnya tetapi hanya dengan kreativitas.

"Jadi di tengah kelusuhan investasi maka kita dorong investasi domestiklah dengan cara membangun ketertarikan masyarakat ke Takalar," ujarnya.

Ia menyebutkan, ada tiga hal yang kita dorong pada sektor pariwisata untuk menarik dan memikat masyarakat.

Pertama, something to do, sesuatu yang bisa dilakukan. Dengan ini sehingga setiap orang bisa melakukan sesuatu.

Kedua, something too see atau sesuatu yang bisa dilihat. 

Menurutnya, dengan sesuatu yang bisa dilihat maka dapat menarik pengunjung ke Takalar. Misalnya dengan pemandangan indah, dan instagramable.

Ketiga, something to buy atau seseorang sambil datang ada juga bisa dibeli.

"Sehingga masyarakat tidak hanya datang tapi dapat membeli sesuatu atau oleh-oleh," katanya.

Olehnya itu, Syamsari pun mendorong masyarakat untuk bisa berpartisipasi dalam parawisata.

"Jika investasi tidak ada dari luar maka kita tumbuhkan dari dalam. Dan ini semua bisa terjangkau oleh semua pihak," bebernya.

Sehingga menurutnya, daerah dibangun bukan lagi domain pemerintah tetapi di era sekarang haruslah membuka ruang terkhusus bagi masyarakat Takalar.

"Oleh karena itu, tidak mesti wisata dibuka oleh pemerintah tetapi bisa dilakukan oleh pihak swasta," katanya

"Pemerintah lebih berfokuslah kepada pelayanan publik. Misalnya di dunia pendidikan karena belum tentu ada orang yang mau membantu pendidikan. Meskipun semakin lama semakin terbuka, tetapi yang utama itu pemerintah menyiapkan orang jadi masyarakat terdidik, menyiapkan fasilitas kesehatan walaupun ada swasta juga yang membuka," sambungnya.(*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved