Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pilpres 2024

Bukan Calon Presiden, Anies Baswedan Capres Nasdem Disebut Cocok Dampingi Ganjar Pranowo PDIP

Saat Anies Baswedan dan Nasdem sedang mencari sosok calon wakil presiden di Pilpres 2024, lembaga survei memunculkan hasil surveinya.

Editor: Ansar
Kompas.com
Anies Baswedan dan Ridwan Kamil. Bukannya dipilih jadi Capres, Anies Baswedan malah disebut paling tepat menjadi calon wakil presiden (cawapres) untuk Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kini menjadi calon presiden usungan Partai Nasdem.

Saat Anies Baswedan dan Nasdem sedang mencari sosok calon wakil presiden di Pilpres 2024, lembaga survei memunculkan hasil surveinya.

Bukannya dipilih jadi Capres, Anies Baswedan malah disebut paling tepat menjadi calon wakil presiden (cawapres) untuk Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Bukan hanya Anies yang disebut cocok dampingi Ganjar Pranowo dari PDIP, tapi juga Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Hal itu nampak dalam survei Litbang Kompas yang berlangsung 24 September-7 Oktober 2022.

Eletabilitas Ridwan Kamil sebagai cawapres Ganjar menempati urutan pertama dengan raihan 13,9 persen.

Sementara itu, Anies Baswedan dirasa cocok menjadi cawapres Ganjar oleh 13,5 persen responden.

Figur ketiga yang dinilai tepat berpasangan dengan Ganjar pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 adalah Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno.

Sandiaga Uno memiliki tingkat elektoral mencapai 8,9 persen. Publik pun merasa Ganjar bisa memilih Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai cawapres.

Anak sulung Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu dipilih 3,6 persen responden.

Peringkat kelima figur cawapres untuk Ganjar berasal dari PDI-P, yaitu Menteri Sosial sekaligus mantan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

Risma memiliki tingkat elektoral sebagai cawapres Ganjar senilai 3,5 persen.

Untuk diketahui, survei dilakukan dengan wawancara tatap muka pada 1.200 responden dari 34 provinsi.

Sampel ditentukan secara acak memakai metode pencuplikan sistematis bertingkat.

Menggunakan metode itu, survei memiliki tingkat kepercayaan 95 persen, serta margin of error kurang lebih 2,8 persen.

Muhaimin Iskandar Mulai 'Ganggu' Anies Baswedan

Koalisi Partai Kebangkitan Bangsa ( PKB ) dan Gerindra, akan membentuk koalisi gemuk menghadapi Pemilihan Presiden ( Pilpres ) 2024.

Koalisi PKB - Gerindra kemungkinan akan mengusung Prabowo Subianto - Muhaimin Iskandar di Pilpres 2024.

Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar berharap Partai Keadilan Sejahtera ( PKS ) bergabung koalisi PKB - Gerindra.

"Belum tahu, terus kita pendekatan. Saya berharap PKS bisa masuk," ujar Muhaimin Iskandar di sela-sela peringatan Hari Santri Nasional di Jawa Timur, Sabtu (22/10/2022).

Sebelum PKS, Muhaimin Iskandar telah melakukan lobi politik terhadap PDIP.

Muhaimin Iskandar kala itu menemui Ketua DPP PDIP Puan Maharani.


"Kita terus melakukan lobi-lobi dengan partai lain supaya anggota koalisi kita semakin banyak," ujarnya.

Di sisi lain, ia juga mengungkapkan perkembangan terkini koalisi PKB-Gerindra.

Koalisi PKB-Gerindra, kini tengah menunggu Sekretariat Bersama (Sekber) diresmikan.

Adapun Sekber akan digunakan sebagai tempat konsolidasi koalisi PKB - Gerindra menuju 2024.

"Sekretariat bersama sedang menunggu siap betul untuk kita resmikan dalam waktu dekat," tutur Wakil Ketua DPR itu.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid mengeklaim, telah terjadi kesepakatan atau komitmen di koalisi PKB-Gerindra untuk mengusung Prabowo Subianto dan Muhaimin Iskandar sebagai pasangan calon (paslon) pada Pilpres 2024.

Jazilul mengatakan, keputusan itu hanya tinggal menunggu waktu untuk diumumkan.

"Iya sebenarnya sudah fiks, tinggal nunggu hari baik saja hitung-hitungan supaya enak," kata Jazilul ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (7/10/2022).

Anggota Komisi III DPR itu mengungkapkan, deklarasi duet Prabowo Subianto - Muhaimin Iskandar tidak akan dilakukan dalam waktu dekat.

Sebab, dia menyoroti Indonesia masih dirundung duka akibat tragedi Kanjuruhan beberapa waktu terakhir.

Sebelumnya, PKS disebut-sebut akan bergabung koalisi Nasdem dan Demokrat.

Nasdem resmi mengusung Anies Baswedan Maju di Pilpres 2022.

Sulit Koalisi Nasdem

Muhaimin Iskandar mengisyaratkan akan menjadi penantang Anies Baswedan pada Pemilihan Presiden ( Pilpres ) 2024.

Menurut Muhaimin Iskandar, peluang PKB berkoalisi dengan Nasdem sangat kecil.

Hal ini didasari setelah Nasdem mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai calon presiden.

"Agak sulitlah," ujar Muhaimin Iskandar saat acara Maulidur Rasul PKB Bersholawat, Jumat (7/10/2022).

Apalagi ada perbedaan sosok capres yang akan diusung pada Pilpres 2024.

"Sudah punya calon masing-masing," ujarnya.

Terkait capres yang dideklrasikan Nasdem, Cak Imin enggan berkomentar lebih jauh.

Dirinya hanya ingin menjadi penonton dari perkembangan-perkembangan pasca-deklarasi tersebut.

Satu di antaranya, soal pendamping atau calon wakil presiden (cawapres) yang akan dideklarasikan untuk mendampingi Anies.

"Kita lihat nanti siapa pasangannya. Kita tunggu saja," ujarnya.

Sebagaimana diketahui, PKB telah berkoalisi dengan Gerindra. (*)

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Survei Litbang “Kompas”: Ridwan Kamil dan Anies Paling Banyak Dipilih sebagai Cawapres Ganjar"

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved