Tokoh Golkar, Erwin Aksa Tekankan Pentingnya Pendidikan Sebagai Pondasi Untuk Masa Depan Bangsa

Lahir dari keluarga pengusaha membuat Erwin Aksa mengikuti jejak Ayahnya menjadi pengusaha dan saat ini ia sebagai Komisaris Utama di Bosowa Group.

Editor: Content Writer
DOK GOLKAR
Tokoh Golkar, Erwin Aksa ingin tingkatkan kualitas SDM dengan pendidikan. 

LAHIR dari keluarga pengusaha membuat Erwin Aksa mengikuti jejak Ayahnya menjadi pengusaha nasional.

Sebagai informasi, Erwin Aksa adalah anak dari pasangan Aksa Mahmud pendiri Bosowa Group dan Ramlah, ibunya merupakan adik dari Mantan Wakil Presiden, Jusuf Kalla.

Pria yang lahir di Makassar, Sulawesi Selatan, tanggal 7 Desember 1975 ini kemudian melanjutkan kuliahnya di jurusan ekonomi University of Pittsburgh, Pennsylvania, Amerika Serikat.

Setelah lulus dari bangku kuliah, Erwin Aksa kembali ke Makassar dan bergabung ke perusahaan Bosowa Group yang didirikan oleh ayahnya.

Hingga saat ini Erwin Aksa menjabat sebagai Komisaris Utama di Bosowa Group. Selain itu, ia juga menjabat sebagai Ketua Bidang Industri di kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar.

Lebih lanjut, dalam suatu wawancara, Erwin Aksa menyampaikan bahwa saat ini Golkar memiliki visi dan misi untuk mengutamakan pendidikan sebagai pondasi untuk masa depan bangsa ini.

Dengan tujuan agar para generasi milenial tidak kehilangan kesempatan untuk mendapatkan lapangan kerja.

"Nah, bagaimana ke depan Partai Golkar membangun pendidikan yang lebih baik, sehingga bisa diterima, bisa diserap oleh dunia usaha, baik yang di dalam negeri, maupun yang di luar negeri, sehingga pengangguran bisa diatasi, gitu." ujar Erwin.

Erwin juga menyampaikan bahwa Golkar memiliki ide yang cukup baik untuk dunia pendidikan di Indonesia, salah satunya dengan memperbaiki pendidikan berbasis vokasional.

Seperti meningkatkan kualitas dan memperbanyak pendidikan kejuruan sehingga basis pendidikan bisa disesuaikan dengan kebutuhan industri agar bisa menghasilkan lulusan yang berkualitas, siap pakai dan berdaya saing.

Tak hanya itu, ia juga menyebutkan beberapa hal yang masih menjadi problem mendasar di Indonesia yaitu pendidikan, ekonomi, dan transparansi.

"Yang paling pasti itu adalah pendidikan. Berikutnya adalah ekonomi, membuka lapangan pekerjaan. Kembali lagi ke pendidikan, supaya link and match, ya kan? dengan pendidikan yang baik, dapat pekerjaan, sejahtera." terang Erwin.

"kita ingin transparansi, sehingga apa pun yang namanya bantuan, subsidi, itu transparan sampai ke masyarakat. Supaya masyarakat tidak merasakan adanya korupsi." lanjutnya.

Dalam kesempatan yang sama, Erwin menegaskan bahwa Golkar akan berjuang untuk meluruskan kembali harapan dari reformasi.(adv\reskyamaliah)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved