Kalla Institute

Kalla Institute Bantu Kembangkan Usaha Pisang Coklat Milik Faisal

Pendampingan usaha mitra PKM Kalla Institute kini fokus pada usaha olahan pisang berupa pisang coklat.

Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Hasriyani Latif
Kalla Institute
Sivitas Akademika Kalla Institute saat menyalurkan bantuan pendampingan usaha Pisang Coklat Milik Faisal. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Kalla Institute terus aktif dalam  program pengabdian kepada masyarakat dengan model kemitraan. 

Pendampingan usaha mitra pada Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) kini fokus pada usaha olahan pisang berupa pisang coklat.

Usaha mitra yang menjadi sasaran pengabdian Kalla Institute itu adalah Faisal pemilik usaha Pisang Roll Alfiyah Fadhilah.

Pendampingan telah dilakukan sejak Mei hingga Oktober 2022 di lokasi produksi pengolahan.

Ketua Program Studi Manajemen Retail Anhar Januar Malik mengatakan pemberian pelatihan dan pendampingan diharapkan mampu membantu mitra semakin berkembang dalam mengelola usaha secara efektif dan efisien.

Sehingga dampak kemajuan ekonomi juga dapat dirasakan tidak hanya oleh mitra, tetapi juga masyarakat sekitar. 

“Kegiatan seperti ini diharapkan dapat menjadikan perguruan tinggi sebagai garda terdepan dalam melakukan transfer knowledge kepada para pelaku industi khususnya usaha yang skala rumahan,” ujar Anhar Januar, Selasa (4/10/2022). 

“Pengabdian kepada masyarakat harus dijadikan sebagai sarana perguruan tinggi menjalankan tugas dan fungsinya. Selain itu PKM yang langsung memiliki dampak kepada masyarakat luas harus lebih rutin dilaksanakan,” lanjutnya. 

Pengabdian ini bersifat jangka panjang meliputi pendampingan dan pelatihan yang berfokus pada beberapa aspek permasalahan mitra.

Mulai dari aspek produksi, manajemen, dan sumber daya manusia. 

Secara mekanisme, kegiatan ini menekankan pendekatan partisipasi antara kebutuhan dan masalah yang ingin diselesaikan. 

Mitra Program Pengabdian Masyarakat Kalla Institute Faisal mengutarakan banyak mendapatkan manfaat selama mendapat pendampingan.

“Kami sangat senang, semenjak mendapatkan pendampingan ini saya lebih mengerti cara mengelola bisnis dengan baik. Walaupun secara keseluruhan belum dapat saya terapkan, tetapi saya dan pegawai jauh lebih baik dalam mengelola produksi dan penjualan,” jelasnya. 

Kalla Institute sebagai kampus yang berfokus pada bisnis dan teknologi berupaya melakukan pendampingan dari aspek manajemen pengelolaan karyawan, branding dan pencatatan keuangan. 

Sedangkan aspek lainnya seperti kebutuhan alat produksi untuk usaha, kualitas dan kuantitas produksi juga menjadi perhatian. 

Terakhir adalah aspek sumber daya manusia dengan pemberian pemahaman terkait design thinking dalam menciptakan inovasi produk dan juga transfer pengetahuan kepada karyawan mitra.(*)

Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved