Cara Unik Kasat Lantas Polrestabes Makassar Bikin 'Tobat' Pengendara Melawan Arus

Tercatat, ada tiga lokasi yang menjadi fokus personil Satlantas Polretabes Makassar di hari pertama.

Penulis: Muh. Sauki Maulana | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM/MUH SAUKI
Tangkapan layar Ngobrol Virtual bersama Kasat Lantas Polrestabes Makassar, AKBP Zulanda, Senin (3/10/2022). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Satlantas Polrestabes Makassar melakukan Operasi Zebra 2022 di beberapa lokasi di Kota Makassar.

Operasi Zebra ini akan berjalan dari tanggal 3 sampai 16 Oktober kedepan.

Tercatat, ada tiga lokasi yang menjadi fokus personil Satlantas Polretabes Makassar di hari pertama.

Ketiga lokasi tersebut yakni Fly Over, Jl AP Pettarani, Karebosi, Jl Ahmad Yani, dan Jl Ratulangi.

Kasatlantas Polrestabes Makassar, AKBP Zulanda mengatakan, salah satu fokus penindakan Operasi Zebra kali ini ialah pelanggar yang melawan arus di jalanan.

Pasalnya, kata AKBP Zulanda, pelanggaran jenis ini masih marak di Makassar.

Bahkan, hal seperti ini sudah menjadi fenomena biasa bagi warga Makassar.

"Memang ada tujuh pelanggaran utama yang ada. Namun saya lebih menekankan kepada tiga pelanggaran utama yaitu, pelanggaran terkait melawan arus. Karena kami lihat fenomena seperti ini sudah menjadi hal yang biasa. Sehingga inilah yang menjadi tantangan bagi kami bagaimana untuk menyelesaikan para pelanggar," jelasnya dalam acara Ngobrol Virtual, Senin (3/10/2022).

Dirinnya menambahkan, punya cara uni, agar pelanggar bisa tobat untuk melawan arus di jalanan.

Kata AKBP Zulanda, cara tersebut ialah melakukan tindakan represif-edukatig kepada para pelanggar.

"Tetapi kita mengutamakan penindakan, kita contoh hari ini. Ada beberapa pelanggar lalin yang kita tangkap karena melawan arus. Kami tidak melakukan proses tilang, tetapi kami meminta yang bersangkutan meminta mematikan mesin. Kemudian meminta yang bersangkutan menuntun motornya kembali ke titik awal. Nah, jika hal iin dilakukan, dia merasa berjalan kaki untuk kembali ke tempatnya semula," ujarnya.

Dari proses tersebut, kata AKBP Zulanda, para pelanggar lalin bisa introspeksi diri. Sehingga angka pelanggaran lalin melawan arus di Makassar bisa ditekan.

Selain mendorong kendaraan, AKPB Zulanda juga menjelaskan, jika pelangar di akhir akan membuat video, dengan isi berjanji tidak melakukan hal serupa.

"Kemudian yang bersangkutan akan membuat video untuk mengajak agar tidak melakukan pelanggaran lalin, baru kami mengembalikan kunci motornya untuk bisa melanjutkan perjalananya. Dan jangan salahkan, kalau pelawan arus ini harus menuntun motor hingga 1 kilometer atau 2 kilometer menuntun motornya di tempat dia melakukan pelanggaran," imbuhnya.

"Nah dengan bentuk represif edukatif ini akan memberikan pemikiran kepada masyarakat bahwa melawan arus itu sangat berbahaya. Saat dia menuntun motor dia akan melakukan introspeksi diri, sehingga dia melihat dengan jelas pelanggaran yang ia lakukan," tutupnya.

 

Laporan Jurnalis Tribun Timur Muh Sauki Maulana

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved