10 Hari Sebelum Tewas Ditembak Militan TPNPB, Abbas Warga Pinrang Sempat Video Call dengan Istri

Abbas yang merupakan pekerja jalan trans Bintuni Maybrat meregang nyawa akibat penyerangan kelompok TPNPB di Distrik Moskona Utara.

Penulis: Nining Angraeni | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM/NINING
Kakak Ipar Korban Abbas, Darna saat ditemui di rumah duka di Malimpung, Kecamatan Patampanua, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, Sabtu (1/10/2022). Abbas merupakan pekerja jalan trans Bintuni Maybrat yang meregang nyawa akibat penyerangan kelompok TPNPB di Distrik Moskona Utara, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat pada 29 Semptember 2022. 

TRIBUNPINRANG.COM, PINRANG - Duka mendalam dirasakan keluarga Abbas Manna (52) korban penembakan oleh kelompok militan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB).

Abbas yang merupakan pekerja jalan trans Bintuni Maybrat meregang nyawa akibat penyerangan kelompok TPNPB di Distrik Moskona Utara, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, Kamis (29/9/2022).

Abbas adalah warga Malimpung, Kecamatan Patampanua, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan.

Kakak Ipar Abbas, Darna, bercerita jika Abbas dan istrinya terakhir berkomunikasi sekitar 10 hari sebelum Abbas dikabarkan meninggal.

"Terakhir komunikasi sekitar 10 hari yang lalu. Video call dengan istrinya. Di sana jaringan jelek, jadi putus-putus," katanya, Sabtu (1/10/2022).

Darna mengaku baru mengetahui jika Abbas tewas dalam kerusuhan di tempat kerja itu pada Jumat (30/9/2022) dini hari.

"Kami baru tahu informasinya kemarin, sekitar pukul 1.30 Wita. Keluarga di sana menelepon kalau ada kerusuhan di tempat Abbas kerja," ungkapnya.

Darna menuturkan Abbas sudah lama bekerja di Papua Barat.

"Dia kerja di proyek jalan trans Bintuni Maybrat. Dia sebagai bos di sana," ucapnya.

Dikatakan, saat pengerjaan proyek jalan trans Bintuni Maybrat itu anak buahnya ada 14 orang yang masuk.

Abbas membawa tiga orang dari Pinrang untuk membantunya bekerja di Papua Barat.

"Ada sepupunya bernama Kumis. Ada juga orang di sini (Pinrang) dia bawa ke Papua untuk kerja bernama Ruslan (Cullang) dan Armin," ucapnya.

"Jadi total orang Pinrang yang kerja di sana ada empat orang semua. Sementara yang meninggal itu dua orang, Abbas dan Armin," sambungnya.

Rencananya, jenazah Abbas akan diterbangkan ke Manokwari dan transit di Sorong dan lanjut ke Makkasar pada Minggu (2/10/2022) pagi.

Halaman
123
Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved