Minat Kaum Muda Gabung Partai Politik Menurun, Pengamat: Partai Perlu Bangun Trust!

CSIS merekam keikutsertaan kaum muda dalam organisasi politik seperti partai masih rendah.

Penulis: Noval Kurniawan | Editor: Hasriyani Latif
dok pribadi
Pengamat Politik UIN Alauddin Makassar Firdaus Muhammad. Firdaus menyebut kurangnya minat kaum muda gabung partai politik sebagai fenomena tidak sehat. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Sepanjang tahun 2022, minat kaum muda bergabung di partai kian menurun.

Namun hal itu kontradiktif. Sebab, keinginan kaum mencalonkan sebagai kepala daerah atau anggota legislatif meningkat.

Terbukti melalui hasil survei yang dirilis Centre for Strategic and International Studies (CSIS).

Survei tersebut menggunakan periode survei 8-13 Agustus 2022 dengan kategori usia 17 hingga 39 tahun.

CSIS merekam keikutsertaan kaum muda dalam organisasi politik seperti partai masih rendah.

Hanya 1,1 persen responden yang menjadi anggota partai atau sayap partai.

Sedangkan untuk mencalonkan diri sebagai Calon Legislatif (Caleg) atau kepala daerah mendekati angka 15 persen. 

Pengamat Politik UIN Alauddin Makassar Firdaus Muhammad kemudian merespon hasil survei tersebut.

Dia menganggap, kurangnya minat kaum muda gabung partai politik sebagai fenomena tidak sehat.

Menurutnya, fenomena tidak sehat ini bukan karena alergi politik melainkan enggan berpartai.

"Hampir 15 persen minat nyaleg, namun hanya 1,1 persen niat gabung di partai," katanya,belum lama ini.

Karenanya partai politik harus berbenah dalam membangun kepercayaan dan daya tarik kaum muda. 

"Dalam konteks demokrasi, mereka adalah pemilih potensial, pelanjut estafet. Pengurus partai perlu membangun trust kaum muda," jelasnya.(*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved