Pegawai Non ASN

Ratusan Nakes BLUD di Maros Seruduk BKPSDM, Minta Dimasukkan Dalam Data Non- ASN

Ratusan tenaga honorer kesehatan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Kabupaten Maros mendatangi kantor BKPSDM Maros

Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Muh. Irham
ist
Ratusan tenaga honorer kesehatan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Kabupaten Maros mendatangi kantor BKPSDM Maros,Jumat (30/9/2022). 

MAROS, TRIBUN-TIMUR.COM - Ratusan tenaga honorer kesehatan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Kabupaten Maros mendatangi kantor BKPSDM Maros, Jumat (30/9/2022).

Mereka protes karena tidak dimasukan dalam pendata non-ASN.

Ketua FSP Farkes Maros, Amar Ma’ruf mengatakan, aksi Ini dilakukan untuk menuntut kejelasan nasib pegawai yang tidak masuk dalam pendataan non-ASN.

“Kami meminta honorer yang selama ini terdaftar di Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), juga dimasukkan dalam pendataan non ASN,” ucapnya.

Ia mengatakan RSUD dan Puskesmas di Kabupaten Maros adalah BLUD.

“Seharusnya juga didata, karena mereka telah mengabdikan diri mereka, bahkan ada yang sampai puluhan tahun, harusnya mereka yang didata,” bebernya.

Ia mengaku beberapa hari yang lalu juga pihaknya mendatangi Dinas Kesehatan untuk meminta kejelasan.

“Cuman jawabannya yah sama terbentur di BLUD, Dinas Kesehatan kan punya aplikasi SISDM yang telah teman teman isi sejak bulan April, namun Dinas Kesehatan tidak bisa menyetor ke Menpan RB karena terbentur BLUD,” ungkapnya.

Ia menjelaskan tenaga honorer tersebut bekerja di BLUD tetapi tidak pernah terima upah di BLUD.

“Yang mereka terima hanya uang jasa, itupun kalau mereka ada tugas lapangan baru terima dari BOK, tidak pernah terima dari BLUD,” tutupnya.

Menanggapi hal tersebut Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Maros, Andi Sri Wahyuni AB menjelaskan bahwa tenaga honorer BULD memang dalam ketentuanya di dalam aplikasi BKN tidak bisa dimasukkan pendataan.

“Edaran dari Kemenpan itu salah satu yang tidak didata itu BLUD,” ucapnya.

Ia mengatakan BLUD punya manajemen aggaran tersendiri.

“BLUD dianggap sudah bisa membiayai diri sendiri, termasuk pegawainya,” terangnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan keluhan dari honorer di BLUD adalah honor mereka rendah.

“Kami telah sampaikan itu kepusat, agar gaji mereka memenuhi standar BLUD, namun sampai sekarang belum juga direspon,” tutupnya.

Jumlah tenaga BLUD di Kabupaten Maros saat ini adalah 1.295 orang.(*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved