Kekayaan Intelektual

Plt Dirjen KI Paparkan Permohonan Warga Daftar Hak Cipta Naik 29 Persen

pada tahun 2022 ini, permohonan pengajuan hak cipta secara nasional sudah meningkat drastis yakni sebanyak 29 persen

Penulis: Muh. Sauki Maulana | Editor: Muh. Irham
ist
Menkumham Yasonna H Laoly saat mengisi acara roving di Four Points Makassar. 

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan HAM, Razilu optimis permohonan untuk pengajuan hak cipta terhadap kekayaan intelektual (KI) akan meningkat tahun 2023.

Razilu menjelaskan pentingnya pengajuan klaim hak cipta terhadap KI penting bagi pelaku seniman, konten kreator, hingga UMKM di Indonesia.

Pasalnya, pelaku tadi, bisa mendapat nilai ekonomis yang terkandung bila hak cipta KI telah dikantongi.

Ia membeberkan, pada tahun 2022 ini, permohonan pengajuan hak cipta secara nasional sudah meningkat drastis yakni sebanyak 29 persen, dibanding tahun 2021 dan 2022 lalu pada periode yang sama. 

"Memang beberapa daerah, itu pasti masih relatif lebih kecil. Itu kita lihat standar secara Sulawesi, itu mengalami peningkatan 136 persen, 103 persen tapi ada juga yang masih rendah yang hanya di bawah 30 persen," kata Razilu, di sela-sela acara Roving Seminar Kekayaan Intelektual yang digelar DJKI Kemenkumham di Hotel Four Point, Makassar, pada Kamis (29/9/2022). 

Sejauh ini, lanjut Razilu, DJKI telah melakukan sejumlah upaya, agar sosialisasi tentang pentingnya melegalkan KI itu tersampaikan kepada masyarakat. 

Katanya, ada 16 program prioritas Kemenkumham di tahun 2022.

Ada salah satu program unggulan yang disebutkan, yaitu Mobile IP Clinic. Katanya, program bisa menyasar seluruh lapisan masyarakat dan telah dilakukan secara massif di 34 provinsi di Indonesia. 

Hal itu belum termasuk yang dilakukan oleh Kanwil Kemenkumham yang tersebar di 34 provinsi di tanah air. 

"Dengan jumlah masyarakat yang telah mendapatkan sosialisasi, edukasi, dan konsultasi mendekati 10 ribu. Tepatnya 9.947 orang. Itu baru salah satu kegiatan yang kita laksanakan," ungkapnya. 

Selain itu, lanjut Razilu, ada juga program yang disebut RuKI atau Guru KI. 

Program ini yang dipersiapkan oleh DJKI dalam rangka pelaksanaan DJKI Mengajar Tahun 2022 dengan harapan meningkatkan kesadaran KI masyarakat.

"Itu diikuti kurang lebih 5000 siswa SD dan SMP. Jadi kita ingin menyasar mulai dari level yang paling bawah. Supaya mereka mulai menghargai karya orang lain dan mereka mau berkreasi dan berinovasi dengan jumlah guru yang kita turunkan kemarin 346 guru di 170 SD," ungkapnya lagi. 

"Selain itu kita juga melaksanakan kuliah umum di perguruan tinggi. Jadi masing-masing direktorat jenderal masing-masing melaksanakan kegiatan," jelasnya. 

Halaman
12
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved