Ferdy Sambo
Rekam Jejak dan Fakta-fakta Febri Diansyah Eks Jubir KPK Bela Ferdy Sambo, Dulu Gantikan Johan Budi
Febri Diansyah eks Jubir KPK bikin heboh lantaran tetiba muncul jadi pengacara Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.
TRIBUN-TIMUR.COM - Rekam jejak Febri Diansyah mantan Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kini jadi pengacara Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.
Febri Diansyah eks Jubir KPK bikin heboh lantaran tetiba muncul jadi pengacara Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.
Kabar Febri Diansyah sempat jarang tersorot setelah mengundurkan diri dari KPK.
Pada 2019, Febri Diansyah melepas jabatannya sebagai juru bicara dan memilih fokus sebagai Kabiro Humas KPK.
Setahun kemudian, ia resmi mengundurkan diri dari jabatannya di KPK pada 2020.
Pengunduran dirinya ini dilatarbelakangi oleh perubahan kondisi internal KPK usai pengesahan revisi Undang-Undang KPK.
Kemunculan Febri Diansyah kini menjadi sorotan.
Dalam beberapa bulan terakhir, kasus pembunuhan berencana Brigadir J membuat heboh seantero Indonesia.
Kini, sudah ada lima orang yang ditetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan berencana Brigadir J.
Dua di antaranya adalah pasangan suami istri, Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.
Namun akhir-akhir ini berita mengenai kelanjutan kasus pembunuhan berencana Brigadir J sudah jarang didengar.
Terakhir, Ferdy Sambo telah resmi diberhentikan secara tidak hormat dari Polri.
Kini mendadak ada perubahan dalam tim kuasa hukumnya.
Dilansir dari kompas.com pada Rabu (28/9/2022), tak tanggung-tanggung ada pengacara baru dalam tim kuasa hukum Ferdy Sambo.
Dia adalah Febri Diansyah yang seorang mantan Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Menurut Febri, dia menjadi pengacara baru Putri Candrawathi sejak beberapa minggu lalu.
Dia bahkan sudah berbicara langsung dengan istri mantan Kadiv Propam Polri tersebut dan juga sudah mempelajari perkara ini.
Dengan begini, ke depannya, Febri akan mendampingi Putri Candrawathi terkait perkara pembunuhan Brigadir J.
Dia juga menyatakan akan bertindak secara objektif.
"Sebagai advokat saya akan dampingi perkara Bu Putri secara obyektif dan faktual," ungkap Febri.
Tidak hanya Febri, ada juga beberapa mantan pegawai KPK yang bergabung dengan tim kuasa hukum Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.
Mereka adalah Rasmala Aritonang, Arman Hanis, dan Sarmauli Simangunsong
Sebelumnya Arman dan Sarmauli sudah lebih dulu bergabung dalam tim kuasa hukum Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.
Soal kelanjutan kasus pembunuhan berencana Brigadir J, Mabes Polri sudah melimpahkan berkas kasus ini ke Kejaksaan.
Saat ini koprs Adhyaksa sedang mendalami berkas kasus tersebut.
Mabes Polri sebelumnya telah melimpahkan berkas perkara para terdakwa ke Kejaksaan.
Lantas, siapakah sosok Febri Diansyah?
Profil Febri Diansyah dan rekam jejaknya sebagaimana dirangkum Tribunnews.com dari berbagai sumber:
1. Biodata Febri Diansyah
Febri Diansyah lahir di Padang, Sumatera Barat, 8 Februari 1983.
Ia adalah satu di antara aktivis anti-korupsi Indonesia.
Febri Diansyah menamatkan pendidikan pada jurusan IPA di SMA Negeri 4 Padang pada 2000.
Lalu pada 2002, Febri Diansyah kuliah di Fakultas Hukum Universitas Gajah Mada (UGM) dan lulus pada 2007.
Ia fokus pada hukum perdata saat teman-temannya mengambil konsentrasi di hukum pidana atau tata negara.
Semasa kuliah, Febri Diansyah aktif di organisasi Indonesia Court Monitoring (ICM), sebuah lembaga pengawasan peradilan di Yogyakarta.
Alasan Febri mengikuti organisasi tersebut, untuk mengasah ilmu pengetahuan yang didapat dari bangku kuliah.
2. Sempat ke ICW
Setelah lulus kuliah, Febri Diansyah memilih untuk masuk ke Indonesia Corruption Watch (ICW) dan ditempatkan di bagian monitoring hukum peradilan.
Di bagian tersebut, Febri Diansyah bertugas memantau jalannya proses peradilan kasus-kasus korupsi di Indoensia.
Selain itu, Febri Diansyah juga aktif menulis di berbagai media seperti Kompas dan lainnya.
Dikutip dari wikipedia.org, Febri terkenal dengan tulisan-tulisannya yang tajam di media cetak.
Tak hanya itu, pernyataannya dalam talkshow dan media elektronik juga tak kalah tegas.
Febri Diansyah dinobatkan sebagai aktivis/pengamat politik paling berpengaruh 2011, pada Februari 2012.
Penghargaan ini diberikan oleh lembaga riset politik Charta Politika Indonesia atas intensitas pernyataan Febri pada isu-isu korupsi.
Sebut saja kasus Wisma Atlet, Undang-undang KPK, pemberantasan korupsi, kasus cek pelawat, dan seleksi pimpinan KPK, yang dianggap tertinggi dibanding pengamat dan aktivis lain.
3. Febri Diansyah Jadi Jubir KPK
Pada 6 Desember 2016, Ketua KPK saat itu, Agus Rahardjo melantik Febri Diansyah sebagai Kepala Biro Hubungan Masyarakat.
Febri Diansyah menggantikan Johan Budi yang hengkang dari KPK karena menduduki posisi Juru Bicara Presiden Joko Widodo (Jokowi).
"Hasil tesnya dia yang terbaik. KPK menerima itu dari konsultan. Konsultan yang melakukan pemilihan dan ada beberapa yang lulus."
"Kemudian dibicarakan di tingkat pimpinan. Kalau dia terpilih kita nggak bisa nolak," kata Agus Rahardjo setelah pelantikan Febri Diansyah di auditorium KPK, Jakarta.
Nama Febri pun lantas dikenal publik sebagai Juru Bicara KPK sejak Desember 2016 hingga Desember 2019.
Namun, pada Desember 2019, Febri melepas jabatan Juru Bicara KPK dan memilih fokus sebagai Kepala Biro Humas KPK yang jabatannya dirangkap.
4. Febri Diansyah Mundur dari KPK
Setelah empat tahun berkarier di KPK, Febri Diansyah memilih mundur.
Ia telah mengajukan surat pengunduran diri kepada Biro Sumber Daya Manusia KPK pada 18 September 2020.
Dalam suratnya, Febri meminta Sekretariat Jenderal KPK memproses pemberhentiannya hingga 18 Oktober 2020.
Selain itu, pengunduran Febri lantaran adanya suatu alasan yakni kondisi politik dan hukum telah berubah bagi KPK.
Hal itu berkaitan dengan revisi Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, yang oleh para aktivis antikorupsi dinilai memangkas kekuatan lembaga itu.
Menurut aturan baru, semua pegawai KPK akan beralih menjadi aparatur sipil negara alias pegawai negeri sipil.
5. Jadi Pengacara Putri Candrawathi
Kini, Febri Diansyah bergabung menjadi tim kuasa hukum Putri Candrawathi.
Dalam cuitannya, Febri Diansyah mengaku keputusannya membela Putri Candrawathi akan menimbulkan pro dan kontra.
Namun, ini adalah pilihan profesionalnya sebagai seorang pengacara.
"Saya paham, ada yang setuju ada yang tidak. Mungkin juga ada yang marah, kecewa atau bahkan mendukung," tulisnya.
Dalam pesan yang dikirimkan kepada media, ia menjelaskan akan mendampingi Putri Candrawathi secara obyektif.
"Setelah saya pelajari perkaranya dan bertemu dengan Bu Putri, saya sampaikan bahwa kalaupun saya menjadi kuasa hukum, saya akan dampingi secara objektif," kata Febri dalam keterangan tertulis, Rabu (28/9/2022).
"Jadi, sebagai advokat saya akan dampingi perkara Bu Putri secara objektif dan faktual."
"Informasi lebih lanjut nanti akan disampaikan pada konferensi pers sore ini," tukasnya.
Diketahui, Putri Candrawathi telah ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan berencana terhadap Brigadir J atau Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat.
Ia ditetapkan tersangka pada Jumat (19/8/2022), tapi belum ditahan karena sakit.
Diketahui, Putri Candrawathi menjadi tersangka pembunuhan Brigadir J bersama Ferd Sambo, Bharada E atau Richard Eliezer, Bripka RR atau Ricky Rizal, dan Kuat Ma'ruf.
Peran Putri Candrawathi dalam kasus ini adalah melakukan kegiatan-kegiatan yang menjadi bagian dari perencanaan pembunuhan terhadap Brigadir J.