Stunting

Cegah Stunting di Tana Toraja, DPPKB Adakan Pertemuan Identifikasi Kasus

Kepala dinas (Kadis) DPPKB, Ria Minolta Tango mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk menekan stunting dengan melibatkan lintas sektor.

Penulis: Kristiani Tandi Rani | Editor: Muh. Irham
Tribun Toraja/Kristiani Tandi Rani
Kepala dinas (Kadis) DPPKB, Ria Minolta Tango saat ditemui Tribun Timur setelah Pertemuan Identifikasi Kasus Stunting Tingkat Kabupaten Tana Toraja tahun 2022 yang dilaksanakan di Gedung Pola Kantor Bupati Tana Toraja. Rabu (28/9/2022). 

TORAJA, TRIBUN-TIMUR.COM - Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Tana Toraja dalam rangka mencegah stunting menggelar Pertemuan Identifikasi Kasus Stunting Tingkat Kabupaten Tana Toraja tahun 2022 yang dilaksanakan di Gedung Pola Kantor Bupati Tana Toraja, Rabu (28/9/2022). 

Pertemuan ini dibuka resmi oleh Wakil Bupati Tana Toraja, Zadrak Tombeg. 

Kepala dinas (Kadis) DPPKB, Ria Minolta Tango mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk menekan stunting dengan melibatkan lintas sektor. 

"Jadi kegiatan hari ini adalah tentang audit stunting, jadi kita melibatkan lintas sektor untuk bagaimana kita menekan atau mencegah anak-anak stunting ini," katanya. 

Kadis DPPKB mengatakan mengenai data keluarga resiko stunting saat ini sudah dipunyai hanya perlu penikdaklanjutan. 

"Jadi kami memiliki data keluarga resiko stunting yang ditindaklanjuti ke bawah sampai ke lembang, kelurahan, dan bekerjasama dengan OPD terkait," ucapnya pada Tribun Timur. 

Perlu adanya kerjasama antar elemen lembang, lurah dan OPD terkait untuk melakukan pengamatan yang akurat dilapangan. 

"Bagaimana supaya kita melakukan intervensi intensif dan sensitif," tuturnya.

Setelah adanya pertemuan ini, nantinya akan dilakukan program lanjutan yaitu pendampingan kepada keluarga yang terkena resiko stunting.  

"Akan ada program lanjutan setelah pertemuan ini, dimana tim pendamping keluarga akan melakukan pendampingan interfensi ke keluarga resiko stunting," ujarnya. 

Setelah adanya pendampingan, lankah selanjutnya adalah melakukan evaluasi apakah tindakan yang dilakukan sudah efektif. 

"Kemudian kita akan melakukan evaluasi apakah intervensi yang kita lakukan ini cepat dan tepat," imbuhnya. (*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved