Prakiraan Cuaca
Waspada! BMKG Prediksi Makassar Potensi Diguyur Hujan dan Badai hingga November
Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakiraan seluruh wilayah Makassar akan diguyur hujan dari bulan Oktober hingga November.
Penulis: Muh. Sauki Maulana | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM - Sepekan terakhir Kota Makassar telah diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga lebat.
Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakiraan seluruh wilayah Makassar akan diguyur hujan dari bulan Oktober hingga November.
Staf Prakiraan Cuaca BMKG Makassar, Farid mengatakan, pihaknya telah memprediksi jika hujan masih akan mengguyur kota di waktu sore menjelang malam.
"Kalau kedepan memang hujan masih akan terus mengguyur. Intensitasnya pun bervariasi, hujan ringan hingga lebat. Terus umumnya kejadiannya itu terjadi di saat sore menjelang malam hari," jelasnya saat dikonfirmasi, Kamis (22/9/2022).
Penyebab cuaca ini, kata Farid, akibat peralihan musim yang sedang melanda kota.
"Perlu kami sampaikan, untuk saat ini, khusus wilayah Makassar masih dalam peralihan musim. Dari musim kemarau ke musim hujan," ujarnya.
Farid mengatakan, pihaknya telah melihat, potensi hujan tersebut hanya berlangsung satu atau dua jam saja.
"Jadi memang, hujan yang terjadi itu deras ringan hingga lebat. Tapi dalam waktu yang sebentar, artinya satu hingga dua jam. Hal ini mungkin terjadi hingga Oktober sampai November. Karena di bulan tersebut kita sudah masuk musim hujan," tambahnya.
Farid menambahkan, pihaknya belum melihat potensi banjir akibat hujan lebat yang melanda Makassar.
"Kalau potensi banjir tetap ada, cuman untuk saat ini kami belum melihat potensi banjir khususnya untuk wilayah Makassar," ujarnya.
Namun, kata Farid, BMKG Makassar menghimbau untuk seluruh warga agar terus berhati-hati jika hendak bepergian keluar rumah.
Pasalnya, fenomena hujan seperti ini biasanya diikuti dengan angin kencang dan badai.
Karena memang saat hujan lebat terjadi itu, akan ada fenomena cuaca seperti angin kencang dan badai guntur pun bisa terjadi.
Laporan Jurnalis Tribun Timur Muh Sauki Maulana
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/fadhly11012022-7.jpg)