Pemilihan RT RW Makassar

Pemkot Makassar Dinilai Paksakan Pemilu Raya Ketua RT/RW secara e-Voting

Anggota Komisi A DPRD Kota Makassar, M Yunus mengatakan, e-voting masih asing bagi masyarakat.

Penulis: Siti Aminah | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM/SITI AMINAH
Anggota Komisi A DPRD Makassar, M Yunus.   

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pemerintah Kota Makassar dinilai memaksakan Pemilu Raya RT/RW secara elektronik voting atau e-voting.

Anggota Komisi A DPRD Kota Makassar, M Yunus mengatakan, e-voting masih asing bagi masyarakat.

Mereka belum tahu penggunaan dan proses pemilihan jika menggunakan aplikasi.

Bahkan Yunus mengklaim, sehebat-hebatnya teknologi di luar negeri, belum ada yang menerapkan sistem tersebut.

E-voting masyarakat belum tahu, kalau kita lihat bagaimana hebatnya teknologi  di luar negeri, mereka belum adakan e-voting," ucapnya saat ditemui di Kantor DPRD Makassar, Kamis (22/9/2022).

Untuk pelaksanan e-voting bukan waktu sedikit dalam melakukan persiapan kata Ketua Hanura Makassar ini.

Butuh sosialiasi massif di masyarakat agar mereka paham dan bisa menggunakan hak suaranya secara elektronik.

"Satu atau dua bulan itu tidak cukup untuk sosialisasi, karena ini hal baru bagi masyarakat, tidak mungkin mereka bisa paham secepat itu," katanya

Ia berharap, Pemkot Makassar menunda keinginannya untuk melakukan pemilihan secara e-voting.

Pemilu Raya RT/RW tahun ini dilangsungkan secara konvensional saja, sembari melakukan persiapan e-voting untuk pemilihan selanjutnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved