PSM Makassar
Kisah Aneh Jacksen F Tiago Gabung PSM Makassar di Liga 1995-1996, Dibajak dari Persebaya Surabaya!
16 tahun sudah berlalu kala Jacksen F Tiago berseragam PSM Makassar namun pria asal Brazil ini menyimpan sejumlah cerita menarik atas kariernya
TRIBUN-TIMUR.COM - Sejak berkompetisi di sepakbola Tanah Air, PSM Makassar kerap mendatangkan legiun asing bertalenta salah satunya yakni Jacksen F Tiago.
Bagi penggemar sepakbola Indonesia nama Jacksen F Tiago mungkin dikenal sebagai pelatih papan atas namun kariernya di Indonesia dimulai sebagai pemain termasuk pernah membela PSM Makassar di tahun 1995-1996 lalu.
Waktu 16 tahun sudah berlalu kala Jacksen F Tiago berseragam PSM Makassar namun pria asal Brazil ini menyimpan sejumlah cerita menarik atas perjalanan kariernya di Indonesia.
Jacksen F Tiago pertama kali mendarat di Indonesia pada tahun 1994 yang saat itu dirinya masih berusia 26 tahun.
Kedatangannya di Indonesia menurut Jacksen F Tiago sesuatu yang di luar rencananya.
Melalui interview Jacksen F Tiago di channel youtube Sport77 Official ia sama sekali tak menyangka akan bemain sepakbola di Indonesia.
Ia bercerita awalnya dirinya bersama Carlos de Melo hingga Da Costa kita memiliki agen yang sama di Brazil.
Pemain-pemain ini ditawari bermain di luar negeri jika sukses di klub Brazilnya saat itu.
Singkat cerita Jacksen F Tiago dan beberapa pemain lainnya ditawarkan bermain ke Liga Portugal.
Hanya saja dalam perjalanan pesawat ternyata mereka dibawa ke SIngapura dan dijanjikan akan bermain di Liga Malaysia.
Sesampainya di Singapura malah Jacksen F Tiago diminta terbang ke Indonesia.
"Kita tidak pernah dengar tentang sepakbola Indonesia yang kami dengar di Brazil itu Indonesia yah cuman Bali, surfing," ungkap Jacksen F Tiago.
Cerita berlanjut saat sudah tiba di Indonesia Jacksen F Tiago tak langsung mendapatkan klub.
Ini lantaran dirinya tergabung dalam satu agen yang sama yang membentuk konsorsium.
Para pemain asing asal Brazil ini harus diuji terlebih dahulu kemudian diperlihatkan kepada pemilik-pemilik klub yang ada di Indonesia.
Jelang bergulirnya Liga Indonesia 1994-1995, Jacksen F Tiago dan Carlos de Melo direkrut oleh Petrokimia.
"Waktu itu orang dari Petrokimia meragukan kita bahkan saya dan Carlos de Melo jadi pemain terakhir yang diminta gabung ke klub Indonesia yaitu Petrokimia," ucapnya.
"Kan ada kasta-kasta klub di Indonesia kan ada yang kelas atas dan bawah lah, Petrokimia waktu itu terbilang bukan klub papan atas jadi dapatnya kami," sambungnya.
Celakanya pihak Petrokimia menurut Jacksen F Tiago meragukan kualitasnya.
"Kenapa karena menurut mereka penampilan Carlos de Melo seperti bencong dan saya kayak petinju," katanya sambil tertawa.
Namun semusim bersama Petrokimia, Jacksen F Tiago dan Carlos de Melo mampu membawa timnya melaju hingga partai final Liga Indonesia 1994-1995.
Saat itu Liga Indonesia masih terbagi dua wilayah yakni Barat dan Timur sementara Petrokimia mewakili wilayah Timur melaju ke final.
Di partai final Petrokimia kalah dari Persib Bandung.
Semusim berikutnya, Jacksen F Tiago berharap masih bisa bertahan di Petrokimia dan saat itu klub menyepakati.
Hanya saja ia pulang ke Brazil meminta untuk memboyong keluarganya.
Sesampainya di Brazil Jacksen F Tiago mengakui sulit kembali ke Indonesia.
Ini lantaran sang agen menyebarkan berita palsu bahwa dirinya mengalami kecelakaan yang membuat kakinya patah.
Kesepakatan dengan Petrokimia pun batal.
Gagal bersama kembali Petrokimia Jacksen F Tiago mengatakan di musim keduanya di Liga Indonesia atau musim 1995-1996 harusnya ia berseragam Persebaya Surabaya.
"Waktu itu Persebaya minta saya ke Indonesia nanti kalau sampai tiket saya dibayarkan kalau saya sehat tidak seperti yang diceritakan agen soal saya patah kaki," katanya.
Setibanya di Indonesia Jacksen F Tiago pun langsung berlatih bersama Persebaya dan segera menyusun kontrak.
"Dari situ semu Booming karena ternyata saya tidak cedera," katanya.
Dari situ pihak PSM Makassar melalui Luciano Leandro yang juga dari Brazil yang saat itu merupakan pemain skuad Juku Eja diminta menghubungi Jacksen F Tiago untuk ke Makassar.
"PSM hubungi Luciano, Luciano hubungi saya dan saya bilang tidak bisa karena saya sudah di Persebaya," katanya.
Setelah berkeras tetap di Persebaya Jacksen F Tiago pun segera mengurus segala kelengkapannya untuk bisa bermain lagi di Liga Indonesia.
Tetapi beberapa waktu kemudian Jacksen F Tiago mengetahui bahwa pihak PSM Makassar kembali menghubungi agennya.
"Agennya itu dia lakukan apa saya tidak tahu, saya di cut (gabung Persebaya) sehingga saya harus balik ke Brazil untuk menghadapi agennya sama pengacaranya," ungkapnya.
Baca juga: Profil Ricky Pratama : Wonderkid PSM Makassar yang Diprediksi Jadi Striker Top Masa Depan
Baca juga: Timnas Indonesia Punya 4 Striker M Rafli Disorot Bomber PSM Makassar Ramadhan Sananta Curi Perhatian
Dari situlah PSM Makassar deal dengan sang agen hingga akhirnya Jacksen F Tiago menjadi bagian skuad Pasukan Ramang di Liga Indonesia musim 1995-1996.
Bersama Luciano Leandro, Jacksen F Tiago membawa PSM Makassar ke final Liga Indonesia 1995-1996 namun kalah dari Bandung Raya di partai final.
Hanya semusim berseragam PSM Makassar di musim berikutnya Jacksen F Tiago akhirnya membela Persebaya dan mempersembahkan gelar juara Liga Indonesia 1996-1997 sekaligus menjadi pemain terbaik.
Profil Jacksen F Tiago
- Nama lengkap: Jacksen Ferreira Tiago
- Tanggal lahir: 28 Mei 1968
- Tempat lahir: Rio de Janeiro, Brazil
Karier Pemain
- 1984–1989 Bonsucesso
1990 Confiança
1991 Madureira
1992 Botafogo
1992 Americano
1993 Noroeste
1993 Valério
1994 Rubro Social
1994–1995 Petrokimia Putra
1995–1996 PSM Makassar
1996–1998 Persebaya Surabaya
1998 Guangzhou Matsunichi
1999 Geylang United
1999–2000 Persebaya Surabaya
2001 Home United
2001 Petrokimia Putra
Karier Kepelatihan
- 2002–2003 Assyabaab Surabaya
- 2003–2005 Persebaya Surabaya
- 2006 Persita Tangerang
- 2007 Persiter Ternate
- 2008 Mitra Kukar
- 2008 Persitara Jakarta Utara
- 2008–2014 Persipura Jayapura
- 2013 Timnas Indonesia
- 2014–2016 Penang FA
- 2017–2019 PS Barito Putera
- 2019–2021 Persipura Jayapura
- 2021-2022 Persis Solo.(*)
Baca berita terbaru dan menarik lainnya dari Tribun-Timur.com via Google News atau Google Berita