Sumber Uang Lukas Enembe Terbongkar? Setoran ke Kasino Judi Lebih Besar dari Harta Rp33 M di LHKPN

Berdasarkan LHKPN 2021 total harta kekayaan tersangka Lukas Enembe sebesar Rp33,78 miliar.

Editor: Ansar
Kolase TribunTimur.com
Gubernur Papua Lukas Enembe dan ilustrasi uang. Jumlah harta kekayaan Lukas Enembe berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pada periode 2021 jauh beda dengan setoran ke kasino judi. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Sumber keuangan Gubernur Papua Lukas Enembe kini jadi pertanyaan.

Pasalnya, jumlah harta kekayaan berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pada periode 2021 jauh beda dengan setoran ke kasino.

Berdasarkan LHKPN 2021 total harta kekayaan Lukas Enembe sebesar Rp33,78 miliar.

Sementara,berdasarkan temuan PPATK, ada setoran Lukas Enembe ke kasino judi sebesar Rp560 miliar.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Lukas Enembe sebagai tersangka kasus korupsi pada Rabu (14/9/2022).

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan atau PPATK menemukan transaksi setoran tunai yang diduga dilakukan oleh Gubernur Lukas Enembe di judi kasino hingga ratusan miliar rupiah.

Lukas Enembe diduga tidak hanya menerima gratifikasi, tetapi juga korupsi dana operasional Pekan Olahraga Nasional Papua dan pencucian uang.

Dikutip dari Harian Kompas, Selasa (20/9/2022), PPATK sudah sejak lima tahun yang lalu sudah menyampaikan hasil analisis sebanyak 12 kali kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait keuangan Gubernur Papua Lukas Enembe.

Variasi kasusnya ada setoran tunai dan setoran ke pihak lain sebesar Rp 1 miliar sampai ratusan miliar rupiah.

Salah satu hasil analisis itu adalah terkait dengan transaksi setoran tunai yang diduga dilakukan Lukas Enembe di kasino judi senilai 55 juta dollar (Singapura) atau Rp 560 miliar.

Dugaan aliran dana dari Lukas Enembe itu merupakan setoran tunai dilakukan dalam periode tertentu.

Selain itu, Lukas Enembe juga disebut melakukan setoran tunai 5 juta dollar Singapura.

Setoran tunai tersebut, di antaranya, digunakan untuk pembelian perhiasan dan jam tangan dengan harga 55.000 dollar Singapura atau senilai dengan Rp 550 juta.

PPATK juga sudah melakukan pembekuan dan penghentian transaksi kepada 11 jasa keuangan, seperti asuransi dan bank.

Halaman
1234
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved