Bincang Kampus

Tak Perlu Naikkan Harga, Ketua HMI FIP UNM Sebut Ada 3 Sektor yang Bisa Tutupi Subsidi BBM di APBN

Kalau subsidi BBM yang dicabut, masyarakat kecil atau kalangan bawah bisa terkena dampaknya.

Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Hasriyani Latif
Tangkapan layar youtube Tribun Timur
Ketua HMI FIP UNM Muh Rifki Nugraha membahas dampak Kebijakan naiknya harga BBM dalam Bincang Kampus Tribun Timur, Jumat (16/9/2022). Muh Rifki menilai ada jalan lain yang bisa ditempuh pemerintah daripada menaikkan harga BBM bersubsidi. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Polemik kenaikan harga BBM bersubsidi terus berlanjut hingga pekan kedua setelah kebijakan diberlakukan.

Gelombang aksi unjuk rasa terus bergemuruh di jalanan Kota Makassar.

Setiap harinya, berbagai aliansi mahasiswa hingga organisasi kemasyarakatan turun ke jalan menyuarakan aspirasi.

Ketua HMI FIP UNM Muh Rifki Nugraha pun menilai kebijakan ini sebenarnya bisa dihindari.

Hal ini disampaikan dalam seri Bincang Kampus yang live di kanal youtube Tribun-Timur.com, Jumat (16/9/2022).

Sebelumnya, pemerintah menyebut kenaikan harga BBM bersubsidi akibat besarnya APBN negara yang digunakan.

Muh Rifki menilai sebenarnya ada jalan lain yang bisa ditempuh pemerintah daripada menaikkan harga BBM bersubsidi.

"Kalau menurut saya ini bukan jalan satu-satunya, menurut saya di sini ada tiga kasus yang sama besarnya. Seperti belanja pegawaian yang angkanya Rp 416 triliun, belanja kebutuhan sebesar Rp 406 triliun dan belanja bunga utang itu diangka Rp 403 triliun," jelas Muh Rifki.

"Jika diakomodasikan semuanya sekitar Rp 1.225 triliun menurut saya kenapa tidak subsidi ini yang dicabut, karena mengingat kalau BBM, masyarakat kecil atau kalangan bawah bisa terkena dampaknya," sambungnya.

Kenaikan harga BBM bersubsidi ini dinilai bakal menjadi pemicu inflasi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Timur
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved